Breaking News:

Siapkan Pos Pengamanan Nataru, Prokes Telaga Ngebel dan Gua Maria Fatima di Ponorogo Diperketat

jaga kondusivitas Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Polres Ponorogo menyiapkan pos pengamanan di beberepa lokasi.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Polres Ponorogo menyiapkan pos pengamanan di sejumlah titik untuk menjaga kondusivitas perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) di Kabupaten Ponorogo

Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis menjelaskan, pos pengamanan tersebut berlokasi di Alun-alun Ponorogo; Gereja Katolik Santa Maria, Jalan Gajah Mada; Telaga Ngebel dan Gua Maria Fatima di Kecamatan Sooko.

"Kita lakukan pengamanan gereja di Jalan Gajah Mada karena itu gereja terbesar lalu masing-masing Polsek juga melakukan pengamanan gereja di masing-masing kecamatannya," ucap Azis, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Antisipasi Covid-19 dalam Nataru Tahun Ini, Polres Blitar Kota Lakukan Pembatasan Kegiatan Sosial

Baca juga: MUNCUL Varian Baru Virus Corona di Inggris, Menyebar Lebih Cepat, Negara Eropa Tutup Perbatasan

Sedangkan di Telaga Ngebel akan menjadi prioritas pengamanan destinasi wisata, karena selalu menjadi tujuan utama saat libur panjang baik wisatawan Ponorogo maupun luar daerah.

"Untuk di Gua Maria, kita antisipasi kalau ada pengunjung yang akan ziarah saat libur Nataru," jelasnya.

Dikedua destinasi wisata tersebut, Azis menjelaskan akan dilakukan pengaturan pengunjung agar tidak berjubel.

Baca juga: SYARAT BARU Penumpang KA Jarak Jauh, Hari Ini Berlaku Rapid Test Antigen, Cek Cara Tes di Stasiun

Baca juga: MUNCUL Varian Baru Virus Corona di Inggris, Menyebar Lebih Cepat, Negara Eropa Tutup Perbatasan

"Kita atur masuknya pelan-pelan agar tidak berkerumun, kita juga akan ingatkan agar selalu mematuhi protokol kesehatan," ucapnya 

Azis juga menegaskan, untuk pelaksanaan Ibadah Natal sendiri tetap diperbolehkan, asalkan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

Salah satunya adalah mengatur shift atau gelombang ibadah dengan membatasi jumlah jemaat yaitu 25-50 persen dari kapasitas gereja dalam satu kali ibadah.

Penulis: Sofyan Arif Candra

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved