Breaking News:

Tingkatkan Produktifitas Pertanian, Distan Nganjuk Realisasi Bantuan Peralatan untuk Kelompok Tani

Dinas Pertanian Nganjuk serahkan sejumlah proyek pembangunan saluran irigasi dan membagikan peralatan pendukung kegiatan pertanian.

SURYA/Achmad Amru Muiz
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mencoba salah satu kendaraan roda tiga untuk angkutan hasil pertanian yang baru diberikan kepada kelompok tani di Kabupaten Nganjuk. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Jelang tutup tahun, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Nganjuk serahkan sejumlah proyek pembangunan saluran irigasi dan membagikan peralatan pendukung kegiatan pertanian kepada sejumlah kelompok tani.

Hal itu dilakukan dalam upaya memberikan movitasi dan semangat kepada petani di Kabupaten Nganjuk dalam rangka meningkatkan produksi dan produktiftas pertaniannya.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, sektor pertanian hingga saat ini masih menjadi tumpuan mata pencaharian masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Dengan demikian produktifitas pertanian harus terus ditingkatkan ditengah banyaknya tantangan yang dihadapi masyarakat petani.

Baca juga: Bupati Nganjuk Sampaikan Pentingnya Sinergitas Berikan Rasa Aman dan Nyaman dalam Operasi Lilin 2020

Baca juga: Langkah Pemkab Nganjuk dalam Sektor Industri-Pariwisata Sejalan dengan Kemenko Maritim dan Investasi

"Tentunya dengan selesainya proyek saluran irigasi dan bantuan peralatan pertanian kepada kelompok tani dapat memberikan manfaat besar kepada petani sehingga produksi hasil pertanian bisa meningkat," kata Novi Rahman Hidhayat dalam kegiatan penyerahan proyek pembagunan irigasi dan peralatan pertanian di Kabupaten Nganjuk, Senin (21/12/2020).

Meski demikian, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, pihaknya mengharapkan seluruh bantuan proyek irigasi dan peralatan pendukung pertanian selalu dijaga keberadaanya. Artinya, bantuan dari Pemerintah tersebut tidak boleh dihilangkan atau dirusak begitu saja. Ini dikarenakan bantuan proyek dan peralatan tersebut akan selalu dilakukan audit dan pengecekan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setiap tahunya.

"Tentunya apabila bantuan tersebut hilang maka akan bisa menjadi pertanyaan BPK yang bisa berujung pada kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," ucap Novi Rahman Hidhayat.

Disamping itu, tambah Novi Rahman Hidhayat, apabila hasil audit BPK untuk bantuan peralatan pertanian tersebut dinilai baik maka tidak tertutup kemungkinan program bantuan serupa akan direalisasi pada tahun berikutnya baik melalui APBN atau APBD Provinsi Jatim dan APBD Kabupaten Nganjuk.

Bahkan, bila kepercayaan terhadap proyek bantuan tersebu tinggi maka bantuan peralatan sarana pertanian bisa diberikan oleh pihak lain kepada petani di Kabupaten Nganjuk.

Baca juga: Polres Nganjuk Siapkan Personil Gabungan Antisipasi Berkumpulnya Warga Saat Malam Tahun Baru

"Maka dari itu, sekali lagi manfaatkan dengan baik bantuan peralatan pertanian dari Pemerintah. Dan kami berharap bantuan tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri atau kelompok seperti dijual dan sebagainya," tandas Novi Rahman Hidhayat.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto mengatakan, bantuan pendukung sektor pertanian yang diberikan kepada kelompok tani tahun 2020 diantaranya mesin kultivator 4 unit, kendaraan pendukung sarana panen dan kegiatan sembako sebanyak 8 unit, dam parit 5 unit, irigasi tanah dangkal 6 unit, angkutan produk hortikultura sebanyak 2 unit, mesin pompa air sebanyak 10 unit, kendaraan operasional roda tiga untuk pengolah pupuk organik sebanyak 14 unit, dan sebagainya.

"Bantuan tersebut pendanaanya bersumber dari APBN, APBD Provinsi Jawa Timur, dan APBD Kabupaten Nganjuk tahun 2020," tutur Judi Ernanto. (SURYA/Achmad Amru Muiz) 

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved