Breaking News:

Disiapkan Bantuan Permodalan Untuk Petani Kabupaten Nganjuk Perangi Sistem Ijon

Pemkab Nganjuk siapkan bantuan permodalan untuk petani penggarap sawah di Kabupaten Nganjuk.

TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat memberikan pembinaan kepada perwakilan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Nganjuk, Rabu (16/12/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemkab Nganjuk siapkan bantuan permodalan untuk petani penggarap sawah di Kabupaten Nganjuk.

Bahkan, Bupati Nganjuk sudah mempersiapkan dana bantuan modal berbunga sangat rendah dari grup perusahaanmua hingga mencapai Rp 90 miliar apabila bantuan modal yang disediakan dari anggaran Pemerintah masih kurang.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, sejak dulu persoalan permodalan bagi petani selalu saja terjadi. Terutama pada saat musim panen hasil pertanian dimana petani selalu dirugikan dengan harga jual yang jatuh.

"Kami ingin persoalan klasik dari petani di Kabupaten Nganjuk bisa teratasi dengan adanya bantuan permodalan tersebut, terutama pada saat panen raya ketika harga jual hasil pertanian jatuh," kata Novi Rahman Hidhayat, kemarin.

Dijelaskan Novi Rahman Hidhayat, dewasa ini seperti sudah menjadi kebiasaan setiap petani memasuki panen raya justru mengalami kerugian.

Ini dikarenakan harga jual hasil pertanian selalu jatuh sehingga tidak bisa menutupi biaya operasional bercocok tanam yang dikeluarkan petani.

Baca juga: 4 Kalimat Khas Aldebaran saat Digoda Andin di Ikatan Cinta, Arya Saloka Ngaku Spontan, Keluar Aja

Baca juga: Akhirnya Teddy Jawab Tuduhan Jual Harta Lina, Pengacara Singgung Pemalsuan: Kayak Jual Pisang Goreng

Baca juga: 6 Pegawai KPU Kabupaten Ponorogo Positif Covid-19 Usai Pilkada, Semua OTG dan Jalani Isolasi Mandiri

Kondisi tersebut seringkali dimanfaatkan oleh para tengkulak bermain dengan membeli hasil pertanian dengan harga murah sebelum panen atau menggunakan sistem ijon.

"Praktek ijon tersebut yang membuat petani tidak pernah untung tapi justru selalu buntung, meski hasil pertanianya melimpah," ucap Novi Rahman Hidhayat.

Oleh karena itu, ungkap Novi Rahman Hidhayat, pihaknya berharap apabila petani sudah mendapatkan bantuan permodalan maka bisa melakukan praktek tunda jual hasil pertanian ketika harga jatuh.

Dan bantuan modal yang diberikan Pemerintah tersebut bisa digunakan untuk membiayai kegiatan bercocok tanam kembali sambil menunggu harga jual hasil panen kembali tinggi.

"Kami kira apabila kegiatan tunda jual hasil panen pertanian bisa dijalankan maka sistem ijon yang dipraktekkan para tengkulak bisa dihindari oleh petani sehingga bisa mendapatkan keuntungan lebih besar untuk kesejahteraanya," tandas Novi Rahman Hidhayat.

Hanya saja, tambah Novi Rahman Hidhayat, sebelum merealisasikan bantuan permodalan untuk petani tersebut hingga saat ini pihaknya masih menunggu data petani calon penerima bantuan pada tahun 2021 mendatang dari Dinas Pertanian dan Kelompok Tani.

Karena bagaimanapun tanpa ada data valid calon penerima bantuan permodalan dikhawatirkan bisa salah sasaran.

"Makanya, kami saat ini terus mendorong agar Dinas Pertanian bekerjasama dengan Kelompok Tani untuk menyerahkan data calon penerima bantuan permodalan tersebut," tutur Novi Rahman Hidhayat. (Achmad Amru Muiz/Tribunjatim.com)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved