Breaking News:

Natal di Tengah Pandemi, Gereja Gembala Baik Batu Terapkan Prokes dan Kuota untuk Umat

Romo Bernard Teguh Kusdarmanto O.Carm dari Gereja Katolik Paroki Gembala Baik di Kota Batu mengemukakan, pihaknya telah mempersiapkan segala hal

Benni Indo/Surya
Umat Katolik tengah mempersiapkan kebutuhan gereja menjelang Natal di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Batu, Rabu (23/12/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Peringatan Natal dan Tahun Baru 2021 akan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Penyebabnya tak lain adalah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda seluruh dunia, tak terkecuali Kota Batu.

Romo Bernard Teguh Kusdarmanto O.Carm dari Gereja Katolik Paroki Gembala Baik di Kota Batu mengemukakan, pihaknya telah mempersiapkan segala hal terkait Natal di masa pandemi kali ini.

Salah satunya adalah menerapkan kuota 50 persen terhadap umat yang beribadat di gereja. Sementara umat yang berasal dari luar kota untuk sementara waktu tidak diperkenankan bergabung.

"Pada persiapan Natal di situasi pandemi ini, maka Prokes jadi perhatian utama," ujar Romo Bernard kepada TribunJatim.com, Rabu (23/12/2020).

Diterangkannya, umat katolik di Kota Batu sudah diperbolehkan beribadat di gereja oleh Satgas Covid-19 Kota Batu sejak Juli 2020. Penyelenggaraan peribadatan berbeda dari biasanya, terutama soal kuota.

"Umat dibatasi, dalam dua hari peribadatan selama sepekan, biasanya ada 400 sampai 500 sekarang dibatasi hanya 150," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Baca juga: Imbas Wisatawan Wajib Rapid Test Antibodi, 20-30 Persen Tamu Hotel Kota Malang Lakukan Pembatalan

Baca juga: Tri Rismaharini Jadi Mensos, Ketua Pemuda Muhammadiyah Surabaya: Sangat Tepat

Baca juga: BMW Car Clubs Indonesia Sidoarjo Chapter Touring Munas Di Bali

Sedangkan untuk Natal, biasanya jumlah umat yang memadati gereja bisa sampai 2000 orang. Kali ini, dikurangi hingga 500 orang saja.

"Biasanya ada 2000 lebih, sekarang targetnya 500 artinya 25 persen dari yang biasa," paparnya kepada TribunJatim.com.

Dalam kesempatan berbincang bersama Surya, Romo Bernard juga berpesan agar umat saling menjaga di masa pandemi. Bagi umat yang kondisinya tidak atau kurang sehat, disarankan tidak memaksakan diri datang ke gereja. Beribadah di rumah saat Natal, menurut Romo Bernard tidak mengurangi makna ibadah itu sendiri.

"Tuhan tahu bagaimana melihat umatnya. Kondisi ini dialami seluruh umat di dunia," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved