Breaking News:

Virus Corona di Mojokerto

Tak Kantongi SLO dan Melanggar Protokol Kesehatan, Cafe di Empunala Kota Mojokerto Disegel Satpol PP

Cafe di Jalan Empunala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto disegel Satpol PP. Sebab tak kantongi SLO dan melanggar protokol kesehatan.

SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Petugas Satpol PP membubarkan kerumunan orang di dalam cafe sekaligus menyegel cafe KofiBrik yang belum mengantongi izin usaha dan Sertifikat SLO. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyegel sebuah cafe di depan pemandian Sekarsari Jalan Empunala, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Cafe KofiBrik ini ditutup lantaran nekat beroperasi padahal belum mengantongi izin usaha dan Sertifikat Layak Operasi (SLO) yang wajib dimiliki sebagai standar protokol kesehatan di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Selain melakukan penyegelan, petugas gabungan Satpol PP, TNI/ Polri juga melakukan penegakan protokol kesehatan (prokes) di Cafe KofiBrik pada Sabtu malam (26/12/2020)  sekitar pukul 22.30 WIB.

Baca juga: Es Krim Sehat Ibu Kediri Beromzet Rp 15 Juta Sebulan, Berangkat dari Tutup Toko Rajut Imbas Covid-19

Baca juga: Penampakan Asli Rumah Arya Saloka, Beda Dibanding Istana Ikatan Cinta, Suami Putri Anne Sederhana?

Kasatpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan sesuai koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pihaknya sudah melayangkan surat peringatan terhadap pemilik kafe agar melengkapi perizinan terlebih dahulu sebelum beroperasi, pada Kamis (24/12/2020.

Akan tetapi, pengelola Cafe KofiBrik justru mengabaikan dan tetap membuka usahanya pada Rabu 2 Desember 2020.

"Kami sudah melayangkan surat peringatan terkait izin cafe yang belum lengkap dan pelanggaran Prokes karena kerumunan pengunjung tidak menjaga jarak," ungkapnya, Minggu (26/12/2020).

Baca juga: Kompetisi Tutup Tahun, 480 Gamers Freefire Baku Hantam Rebut Tropi Kill The LAst Surabaya

Baca juga: 10 Tip Tidur Nyenyak Antisipasi Gangguan Kesehatan: Coba Kasur Baru hingga Hindari Kafein Saat Malam

Dodik menyebut, pihaknya melayangkan dua surat sekaligus yang ditujukan pemilik cafe yaitu peringatan dilarang membuka usaha sebelum SLO terbit dari satuan Gugus Tugas Covid-19 dan surat izin usaha dari DPMPT Kota Mojokerto.

"Izin usaha melalui OSS (Online Single Submission) ditindaklanjuti dengan TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata) sehingga tidak hanya NIB (Nomor Induk Berusaha)," jelasnya.

Menurut dia, tindakan tegas membubarkan kerumunan dan menyegel Cafe KofiBrik dengan memasang garis penanda satpol line.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved