Breaking News:

APD Habis, Relawan Kampung Tangguh Nganjuk Nekat Pakai Plastik Bantu Pemakaman Jenazah Covid-19

Kehabisan APD baju hazmat, relawan Kampung Tangguh Semeru Nganjuk nekat gunakan plastik saat membantu pemakaman jenazah positif Covid-19.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM/HUMAS POLRES NGANJUK
Kehabisan APD baju hazmat, tenaga pemakaman Kampung Tangguh Semeru Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, nekat memakai tas plastik, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Achmad Amru Muiz

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kehabisan alat pelindung diri (APD) baju hazmat, lima orang tenaga pemakaman Kampung Tangguh Semeru Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, nekat memakai tas plastik.

Ini setelah APD baju hazmat yang disediakan untuk tenaga pembantu pemakaman jenazah warga terkonfirmasi positif virus Corona (Covid-19) telah habis terpakai.

Kapolsek Loceret Polres Nganjuk, Iptu Laksono Setiawan membenarkan pemakaian APD tas plastik oleh warga relawan pemakaman di Desa Jatirejo tersebut.

Ini dikarenakan ketersediaan APD baju hazmat telah habis dipakai untuk pemakaman jenazah terkonfirmasi positif virus Corona sebelumnya.

"APD baju hazmat itu kan sekali pakai dan setelah itu langsung dimusnahkan dengan dibakar sesuai protokol pemakaman jenazah terkonfirmasi positif virus Corona. Dan karena kehabisan maka ada relawan terpaksa gunakan tas plastik untuk APD dan itu juga dengan kewaspadaan tinggi dari penularan Covid-19," kata Iptu Laksono Setiawan didampingi Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara, Senin (28/12/2020).

Lebih lanjut dijelaskan Iptu Laksono Setiawan, seorang warga terkonfirmasi positif virus Corona asal Kecamatan Loceret meninggal dunia. Warga tersebut sempat menjalani perawatan dan isolasi di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk dengan riwayat sakit bawaan diabetes.

Baca juga: Hindari Bantuan Sosial Salah Sasaran, Bupati Nganjuk Perintahkan Perbaikan Data Penerima

Baca juga: Robohkan Dua Tugu Pancasila, Pemkot Madiun Ungkap Akan Bangun Tugu Baru yang Lebih Megah

Namun, kondisi warga tersebut memburuk dan akhirnya meninggal dunia. Jenazah warga itupun dilakukan pemakaman dengan SOP penanganan Covid-19.

"Jenazah warga itu dimakamkan oleh lima orang petugas Rumah Sakit Bhayangkara berseragam baju hazmat dan lima orang tenaga bantuan pemakaman dari Kampung Tangguh Semeru Desa Jatirejo," ucap Iptu Laksono Setiawan.

Mengingat kondisi penyebaran Covid-19 masih terus terjadi, ungkap Iptu Laksono Setiawan, pihaknya mengajak warga untuk patuh dan menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

Hal itu untuk mencegah penularan virus Corona yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyebabkan kematian.

Baca juga: Bupati Nganjuk Keluarkan Surat Edaran Pengendalian Covid-19, Tutup Sejumlah Tempat Wisata Saat Libur

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Satgas Covid-19 Nganjuk Perketat Pengawasan Jalur Lintas Wilayah

"Kami selalu berdoa dan berharap tidak ada warga positif virus Corona yang meninggal, makanya sosialisasi dan edukasi 3M kepada warga terus kami lakukan untuk menyadarkan warga akan bahaya Covid-19," tutur Iptu Laksono Setiawan.

Sementara data terbaru tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk menyebutkan, kasus positif virus Corona di Kabupaten Nganjuk mencapai 1057 kasus, untuk jumlah sembuh mencapai 866 orang, dan menjalani perawatan sebanyak 85 orang. Untuk angka kematian kasus positif virus Corona mencapai 106 orang.

"Jumlah kematian kasus positif virus Corona di Kabupaten Nganjuk cukup tinggi di angka kisaran 10 persen. Dan ini menjadi perhatian serius Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Nganjuk," tutur Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk yang juga Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved