Breaking News:

Sembuh, Bupati Ponorogo Ipong Beber Rencana Kerja Hingga Pergantian Kepemimpinan ke Sugiri Sancoko

Sembuh dari sakit, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni beberkan rencana kerjanya hingga pergantian kepemimpinan ke Sugiri Sancoko.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Kamis (17/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni kembali aktif setelah cuti untuk mengikuti Pilkada Ponorogo 2020 dan sakit yang mengharuskan dirinya dirawat di ICU Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Kembalinya Ipong Muchlissoni disambut oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan diiringi oleh kesenian reog Ponorogo.

Setelah 3 bulan tidak aktif, Ipong Muchlissoni mengatakan, pihaknya akan langsung menggelar rapat dengan tim anggaran untuk mengawal agar APBD 2021 yang baru saja disahkan bisa dilaksanakan dengan baik.

"Kita juga lakukan evaluasi dan cek perkembangan Covid-19. Karena dalam 1 bulan terakhir ada peningkatan yang luar biasa, setiap hari ada puluhan tambahan jumlah kasus. Ini meningkat 100 persen dibanding kasus Covid-19 7 bulan sebelumnya," ucap Ipong Muchlissoni saat ditemui di Pringgitan, Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Senin (28/12/2020).

Untuk itu, ia akan menentukan langkah berikutnya, termasuk menyediakan tempat isolasi baru karena tempat isolasi yang lama sudah penuh.

Baca juga: Kunjungi Ponorogo, Mensos Risma Bawa Oleh-oleh Khas Dolly Surabaya, Beri Wejangan Manfaatkan Potensi

Baca juga: Rusak Dimakan Karat, EWS Tsunami di Pantai Bayem Tulungagung Dicopot, BPBD Akan Ajukan Model Terbaru

"Saya dengar rencana pemakaian Kampung Reog mendapatkan penolakan dari perajin di sana. Kita akan urai di mana masalahnya dan langkah apa yang akan kita lakukan," lanjutnya.

Ipong Muchlissoni menilai, gagasan untuk menggunakan eks Pondok Pesantren Al Mawadah di Kecamatan Babadan sebagai shelter baru akan menjadi pertimbangan kembali.

"Waktu itu kita berpikirnya biaya yang dibutuhkan besar, dan waktu itu kita menganggap kasus Covid-19 menurun. Ini akan kita pikirkan lagi," lanjutnya.

Ipong Muchlissoni juga akan melakukan konsolidasi untuk menyelesaikan pekerjaan di sisa masa jabatannya hingga 16 Februari 2021.

Baca juga: Destinasi Wisata di Ponorogo Tetap Buka Saat Libur Nataru, Pemkab Pastikan: Harga Tiket Tidak Naik

Baca juga: Larang Penggunaan Knalpot Brong pada Malam Tahun Baru 2021, Polres Madiun Beri Imbauan Bengkel Motor

Lebih dari itu ia akan menguatkan birokrasi agar siap menyongsong kepemimpinan baru saat Ponorogo dipimpin Sugiri Sancoko-Lisdyarita.

"Karena belum tentu secara mental dan profesional mereka siap dalam menyongsong kepemimpinan baru," ucap politisi Nasdem ini.

Menurut Ipong Muchlissoni, dalam setiap pergantian pemimpin akan ada perbedaan gaya kepemimpinan.

"Saya akan membantu menguatkan dan meyiapkan mereka, mereka harus siap dalam kondisi dan keadaan apapun," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Baca juga: Beri Perhatian ABK dan Lansia di Ponorogo, Mensos Risma Tak Mau Bantuan Sampai Terputus

Baca juga: Antisipasi Kerumunan Perayaan Tahun Baru di Trenggalek, Petugas Bersiaga di Pusat Keramaian & Wisata

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved