Desainer dan Pelaku UMKM Surabaya Produksi Masker dari Kain Perca, Dikirim Sampai Jayapura

Desainer sekaligus pelaku UMKM Surabaya memproduksi masker dari kain perca, dikirim sampai Singkawang dan Jayapura.

TRIBUNJATIM.COM/CHRISTINE AYU
Desainer sekaligus pelaku UMKM Surabaya, Novita Rahayu Purwaningsih memperlihatkan sejumlah masker berbahan kain perca buatannya, Selasa (29/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Akibat pandemi Covid-19 (virus Corona), sebagian masyarakat harus memutar otak agar tetap bertahan, apalagi yang bergelut dalam bidang wirausaha.

Tak terkecuali para perancang busana.

Kini banyak dari mereka yang membuka usaha baru, yakni mendesain dan menjual masker.

Satu di antaranya desainer sekaligus pelaku UMKM asal Surabaya, Novita Rahayu Purwaningsih.

Ia mengaku jika pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap usahanya.

Selama pandemi, pemilik label V-ra Collection ini memproduksi masker batik dan brokat yang terbuat dari kain perca.

Baca juga: Mulai Kain Ecoprint Sampai Busana Pesta, 9 Desainer Warnai Gelaran Runway on Ice SFF Hari Ketiga

"Materialnya beda-beda, ada yang katun, duchess, oxford, dan sebagainya. Semua merupakan limbah kain," katanya, Selasa (29/12/2020).

Ada banyak motif batik yang ia hadirkan. Mulai dari parang, kawung, sampai sekar jagad dan lain-lain. Satu masker memiliki dua motif dengan bolak-balik.

"Bisa milih mau batik yang mana karena ada dua. Dipilih yang cocok sama bajunya," ungkap peraih beasiswa sekolah mode dari Pemkot Surabaya ini.

Selain batik, ia juga mendesain masker dari kain brokat. Masker model ini biasanya untuk menghadiri acara tertentu seperti agenda formal dan semiformal.

Baca juga: Ramaikan Natal dan Tahun Baru 2021, Favehotel Sidoarjo Buat Pohon Natal Unik dari Bantal Emoticon

Baik masker batik maupun brokat, sama-sama dibuat sesuai standar, yakni terdiri dari tiga lapis. Tidak hanya melindungi diri, masker buatannya juga berguna untuk mempercantik penampilan.

"Pandemi ini memang kita harus pintar berinovasi ya. Kalau masker, saya buat by order. Dalam satu bulan bisa bikin sampai 10 lusin," ungkap Novita.

Untuk pengirimannya, ia menyebut paling jauh ke Jayapura dan Singkawang.

Baca juga: Kombinasi Makeup Flawless dan Gaun Bernuansa Dusty untuk Intimate Wedding di Masa Pandemi

Bukan hanya itu, Novita juga memproduksi ratusan alat pelindung diri (APD) selama pandemi Covid-19. APD tersebut dipesan oleh Pemkot Surabaya.

"Kalau bikin APD, omzet saya bisa tetap seperti sebelum pandemi. Kalau permintaannya banyak, saya panggil karyawan yang sempat libur. Sebagai tambahan mereka," pungkasnya.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved