Breaking News:

Penanganan Covid

Pansus Covid-19 DPRD Jember Minta Satgas Transparan Terkait Anggaran Penanganan Covid-19

Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Covid-19 DPRD Jember meminta ada transparansi anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember.

Freepik
ILUSTRASI Uang anggaran penanganan COVID-19 di Jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Covid-19 DPRD Jember meminta ada transparansi anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Jember memanggil Satgas Penanganan Covid-19 Jember, Selasa (29/12/2020).

"Apalagi anggaran penanganan Covid-19 di Jember ini sangat besar, mencapai Rp 479 miliar. Harus ada transparansi pemakaian anggaran tersebut, ini adalah uang rakyat," ujar Ketua Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Jember David Handoko Seto.

Saat rapat dengar pendapat dengan Satgas Penanganan Covid-19 Jember, Pansus menanyakan perihal rencana kerja dalam pengelolaan anggaran tersebut, juga realisasinya .

Baca juga: Pipa PDAM Berusia 39 Tahun di Jalan Panglima Sudirman Gresik Bocor

Anggota Pansus, Ardi Pujo P mencecar Satgas perihal perencanaan anggaran itu, realisasinya, dan evaluasinya. Satgas menjawab, rencana kerja Satgas dalam pengelolaan anggaran Covid-19 itu terbagi untuk penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial, juga pemulihan perekonomian.

Sedangkan anggota Pansus yang lain, Agusta Jaka P meminta ada audit terkait bantuan yang diterima oleh Satgas Penanganan Covid-19.

"Harus ada audit dan transparansi terkait bantuan yang masuk, di luar anggaran Rp 479 miliar itu. Karena setahu saya, banyak sekali bantuan yang diterima oleh Satgas. Harus ada kejelasan, tentang bantuan-bantuan itu. Jangan sampai malah untuk pencitraan, seperti yang kami dengar selama ini," tegas Agusta.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Jember Mat Satuki menjawab pertanyaan Ardi Pujo dengan keterangan, kalau saat ini evaluasi pemakaian anggaran penanganan Covid-19 belum bisa dilakukan.

"Karena saat ini masih berjalan, dan proses pencairan keuangan masih berlangsung. 29 Desember terakhir, proses pencairan anggaran. Selanjutnya proses penatausahaan pertanggungjawaban. Kalau sudah selesai, kami akan segera memberitahu Pansus," ujar Satuki.

Satuki menjelaskan, sampai dengan 22 Desember lalu, anggaran penanganan Covid-19 yang terserap mencapai Rp 164 miliar. Jumlah itu terus bertambah sampai dengan 29 Desember. Sayangnya, Satuki mengaku belum mengetahui jumlah keseluruhan penyerapan anggaran tersebut.

"Secara garis besar, paling banyak untuk penanganan kesehatan. Seperti contoh untuk pengadaan alat pelindung diri, juga tes rapid," imbuhnya.

Menjawab pertanyaan Agusta, Satuki menegaskan ada audit terhadap pemakaian anggaran tersebut. Dia berjanjian akan menyampaikan seluruh bantuan dari pihak ketiga yang masuk ke Satgas Penanganan Covid-19.

Sejumlah anggota Pansus juga mempertanyakan tingginya anggaran penanganan Covid-19 di Jember tidak berkorelasi dengan penekanan angka penyebaran Covid-19. Salah satu parameter yang dipakai Pansus adalah Jember yang masih termasuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 hingga akhir tahun 2020.

Bahkan Kementerian Kesehatan dan Pemprov Jatim melakukan intervensi khusus penanganan Covid-19 di Jember akibat masih tingginya angka penyebaran Covid-19 di Jember.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Jember, hingga 29 Desember 2020, angka positif Covid-19 di Jember mencapai 4.311, dengan rincian 3.491 pasien sembuh, 617 orang masih dirawat, dan 203 orang meninggal dunia.

Data per 29 Desember, menunjukkan ada 45 kasus tambahan positif baru, 31 orang tambahan yang sembuh, dan dua orang meninggal dunia.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved