Breaking News:

Berita Persebaya Surabaya

Pelatih Persebaya Akui Sulit Menahan Gelombang Kepergian Pemain Asing di Tengah Ketidakjelasan Liga

Pelatih Persebaya Aji Santoso akui sulit menahan gelombang kepergian pemain asingnya di tengah ketidakjelasan kompetisi.

Penulis: Ndaru Wijayanto | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
Pemain Persebaya Surabaya, David da Silva dan Makan Konate, saat latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (5/2/2020) sore. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satu per satu pemain asing Persebaya Surabaya pergi.

Terbaru klub berjuluk Bajul ijo ini ditinggal oleh pemain asal Swedia Mahmoud Eid pada Senin (28/12/2020) kemarin.

Kepergian Mahmoud Eid dari skuad Bajul Ijo musim ini menyusul dua rekannya yang lebih dulu keluar, yaitu striker asal Brasil, David da Silva pada Minggu (6/12/2020), dan gelandang asal Mali, Makan Konate, Jumat (11/12/2020).

Praktis, dengan keluarnya tiga pemain asing di atas, membuat Persebaya Surabaya hanya menyisakan satu pemain asing saja di skuadnya musim ini, yaitu gelandang asal Australia, Aryn Williams.

Terkait kondisi ini, Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk menahan pemain asingnya agar tidak pergi.

Baca juga: Mahmoud Eid Hengkang dari Persebaya Surabaya, Pelatih Aji Santoso: Saya Sudah Tahu Sejak Minggu Lalu

Baca juga: Rencana Latihan Arema FC Lagi-lagi Berpotensi Batal Digelar, Lanjutan Kompetisi Masih Belum Jelas

"Dari awal sudah saya sampaikan bahwa manajemen dan saya akan hormati keputusan pemain," kata Aji Santoso kepada TribunJatim.com, Selasa (29/12/2020).

Pelatih asal Malang ini menyebut tidak bisa menahan gelombang kepergian pemain asingnya karena kompetisi sepal bola nasional yang memang tidak ada kejelasan kapan bisa dilanjutkan.

Diketahui kompetisi Liga 1 2020 terhenti sejak pertengahan Maret lalu.

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT LIB selaku operator liga sempat ingin menggulirkan liga pada Oktober dan November tapi gagal karena tidak ada izin dari Polri.

Baca juga: Bubarkan Pemain, Madura United Fokus Pembenahan Administrasi Internal, Termasuk Mantapkan MUFA

Baca juga: Kontrak di Persebaya Habis Desember, Pelatih Aji Santoso Pilih Sabar Tunggu Waktu Bertemu Manajemen

Kemudian operator liga kembali berencana menggulirkan kompetisi pada Februari 2021 tapi belum juga mendapat lampu hijau dari pihak kepolisian dan membuat situasi makin tidak jelas.

"Kita pahami karena kondisi sepak bola di Indonesia belum jelas," tutup mantan pelatih Persela Lamongan itu.

Editor: Dwi Prastika

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved