Breaking News:

Selama Tahun 2020, Angka Kriminalitas di Wilayah Polres Nganjuk Alami Penurunan

Selama tahun 2020, ada 366 kasus kriminalitas ditangani jajaran Polres Nganjuk. Sebanyak 101 kasus ditangani unit Satreskrim, sebanyak 265 kasus

achmad amru/ surya
Wabup Nganjuk, Marhaen Djumadi Kemudikan mesin penggilas dalam pemusnahan miras di Mapolres Nganjuk 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Selama tahun 2020, ada 366 kasus kriminalitas ditangani jajaran Polres Nganjuk. Sebanyak 101 kasus ditangani unit Satreskrim, sebanyak 265 kasus ditangani Polsek Jajaran, dan sebanyak 134 kasus ditangani unit Satresnarkoba.

Kapolres Nganjuk, AKBP Harviadhi Agung Pratama menjelaskan, secara umum tindak kriminalitas di Kabupaten Nganjuk mengalami penurunan sekitar 24,53 persen dari 485 kasus tahun 2019 turun menjadi 365 kasus tahun 2020.

"Jumlah penurunan angka kriminalitas tersebut diikuti dengan kenaikan penyelesaian kasus dari tahun lalu ke tahun ini mencapai 48,04 persen," kata AKBP Harviadhi Agung Pratama dalam Anev Kamtibmas Akhir Tahun 2020 Polres Nganjuk, Selasa (29/12/2020).

Untuk tindak kriminalitas yang terjadi, dikatakan Harviadhi, kasus penipuan masih mendominasi dalam dua tahun terkhir. Dimana tahun 2019 lalu ada 95 kasus penipuan dan tahun 2020 ini ada 65 kasus penipuan. Untuk kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) pada tahun 2020 ini sebanyak 65 kasus dan untuk kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 54 kasus.

Baca juga: Ciri-ciri Fisik MYD, Pemeran Pria di Video Syur Gisel, Pakar Pernah Bongkar Tanda Penting, Siapa?

Baca juga: Ditinggal Neneknya ke Pasar, Wanita Ponorogo Melahirkan di Kamar Mandi, Bayi Dibuang di Kandang Ayam

Baca juga: Gisel Rekam Video Syur dengan MYD saat Masih Jadi Istri Gading, Mantan Suami Sempat Curhat: Percuma

"Dilihat dari jenis kriminalitas kasus penipuan masih teratas jumlahnya tahun 2020 ini, disusul kasus Curanmor dan Curat," tandas AKBP Harviadhi Agung Pratama kepada TribunJatim.com.

Sedangkan untuk kasus narkotika dan obat terlarang, menurut Harviadhi, terjadi peningkatan jumlah kasus sebanyak 42 kasus. Yakni pada tahun 2019 kasus narkoba sebanyak 92 kasus dan tahun 2020 sebanyak 134 kasus.

Namun untuk barang bukti terjadi penurunan yakni untuk barang bukti sabu tahun 2019 seberat 123,72 gram dan tahun 2020 seberat 83,92 gram. Dan untuk barang bukti ganja tahun 2019 tidak ada dan tahun 2020 ini sebanyak 128,91 gram.

Dan untuk barang bukti obat terlarang jenis double L, ungkap Harviadhi, sekitar 127 ribu butir pada tahun 2019 dan sekitar 53 ribu butir tahun 2020. Untuk barang bukti minuman keras tahun 2019 sebanyak 5.070 liter dan tahun 2020 sebanyak 600 liter.

"Barang bukti miras tersebut yang kami musnahkan kali ini sebanyak 2900 liter dan barang bukti obat terlarang mencapai 65.250 butir," tandas Harviadhi kepada TribunJatim.com.

Sementara Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, mengetahui angka kriminalitas di Kabupaten Nganjuk yang secara umum mengalami penurunan diharapkan akan bisa terus dirutunkan tahun 2021 mendatang. Dengan demikian bisa menjadi gambaran kondisi keamanan wilayah Kabupaten Nganjuk cukup terjamin dan terkendali.

"Apalagi selama tahun 2020 ini tidak ada kasus yang cukup menonjol di Kabupaten Nganjuk seperti kasus terorisme dan sebagainya. Ini patut kita syukuri bersama," kata Marhaen Djumadi.

Meski demikian, tambah Marhaen Djumadi, Pemkab Nganjuk berharap kerjasama dan sinergitas antar semuanya di tahun 2021 bisa ditingkatkan dalam menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah. Apalagi pada tahun depan banyak kegiatan pembangunan di Kabupaten Nganjuk dan pertumbuhan perekonomian yang sangat membutuhkan kondisi aman dan tertib.

"Seperti adanya 5 proyek strategis nasional yang dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk mengharapkan adanya jaminan keamanan wilayah," tutur Marhaen Djumadi. (Achmad Amru Muiz/Tribunjatim.com)

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved