Breaking News:

27 Ruas Jalan Kota Mojokerto Ditutup Saat Malam Tahun Baru 2021, Warga Luar Daerah Dilarang Masuk

Sebanyak 27 ruas jalan protokol Kota Mojokerto akan ditutup saat malam Tahun Baru 2021.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Lanskap kawasan Benteng Pancasila (Benpas) salah satu tempat pusat keramaian yang akan ditutup total saat malam pergantian Tahun Baru 2021. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sebanyak 27 ruas jalan protokol Kota Mojokerto akan ditutup saat malam Tahun Baru 2021.

Penutupan ruas jalan protokol ini bertujuan untuk mengantisipasi kerumunan orang saat malam pergantian tahun dalam situasi Pandemi Covid-19.

Apalagi, kasus terkonfirmasi Covid-19 kini semakin membludak sehingga diterapkan kebijakan penutupan ruas jalan tersebut.

Ratusan petugas gabungan turut dilibatkan  saat penutupan jalan dalam pengamanan menjelang tahun baru, adapun rinciannya yaitu dari Polres Mojokerto Kota sebanyak 181 personel, Satpol PP 54 orang, TNI Kodim 0815 berjumlah 27 personel, 15 dari Denpom V/2 dan Garnisun 12 personel serta Dishub Kota Mojokerto 10 orang.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriadi menjelaskan sesuai rapat koordinasi bersama Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari sepakat bahwa akan dilakukan penutupan ruas jalan protokol selama malam pergantian tahun baru.

Baca juga: Akibat Hujan Deras, Puluhan Hektar Sawah Milik Warga di Desa Jati Kediri Terendam Banjir

Baca juga: Ketua MUI Jatim Ajak Hindari Kerumunan Saat Malam Tahun Baru 2021: Perkuat Komitmen Hidup Lebih Baik

"Rencananya akan dilakukan penutupan ruas jalan sebanyak 27 titik yang merupakan akses masuk di Kota Mojokerto, mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB," ungkapnya, Rabu (30/12/2020).

Deddy menyebut penutupan ruas jalan protokol dimaksudkan untuk menjaring masyarakat yang bepergian khususnya yang beraktivitas mendatangi keluarga atau melintas masuk kawasan Kota Mojokerto

"Warga Kota Mojokerto (Ber-KTP, Red) diperbolehkan masuk di ruas jalan yang ditutup namun bagi masyarakat dari luar daerah di larang masuk dan melintas," jelasnya.

Menurut dia, hasil kesepakatan bersama Pemerintah Daerah melarang adanya penjualan kembang api dan petasan saat malam pergantian tahun baru. Penjualan terompet juga dilarang lantaran untuk mengantisipasi potensi adanya penyebaran Virus Corona.

"Kita sudah melakukan imbauan dan sosialisasi terhadap penjual pada setiap titik di mana kebiasaan di tahun baru sebelumnya merupakan tempat penjualan barang-barang tersebut," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved