Breaking News:

Pemkot Batu Kembali Salurkan Bantuan Sosial Tunai ke Warga

Pemerintah Kota Batu telah menyalurkan bantuan sosial tunai profesi kepada 485 pelaku industri wisata di Kota Batu.

Benni Indo/Surya
Penyaluran bantuan dari Pemkot Batu kepada masyarakat yang berlangsung beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Pemerintah Kota Batu telah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) profesi kepada 485 pelaku industri wisata di Kota Batu.

Per orang mendapatkan Rp 900 ribu. Selain pelaku wisata, juga ada profesi lainnya yang mendapatkan bantuan seperti penjaga sekolah dan sopir angkutan.

Nilai bantuan Rp 900 ribu merupakan hasil akumulasi mulai Oktober, November dan Desember. Para pelaku wisata itu terdiri atas pekerja hotel, restoran, destinasi, pelaku seni, pemandu wisata, hingga pemilik homestay. Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, bantuan tersebut diberikan, khususnya bagi pekerja yang terdampak.

"Jadi ini hasil usulan beberapa OPD, selain Dinas Pariwisata, ada juga usulan dari Dinas Perhubungan, Diskumdag dan lainnya," katanya kepada TribunJatim.com, Rabu (30/12/2020).

Dia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk perekonomian keluarga masing-masing. Punjul juga mendorong agar masyarakat tetap mempertahankan disiplin protokol kesehatan.

Baca juga: Kemas 15 Gol untuk Inter Milan, Lukaku Sebut Dirinya Masuk dalam Jajaran 5 Striker Top Dunia

Baca juga: Kali Lamong Siaga Merah, 19 Desa Masih Terendam Banjir

Baca juga: RESMI Pemerintah Hentikan FPI, Mahfud MD Sebut Alasan Kekerasan, Simak Sejarah Awal Mula FPI Berdiri

"Jadi setiap bulannya masing-masing mendapatkan BST sebesar Rp 300 ribu," lanjut Punjul kepada TribunJatim.com.

Bantuan serupa juga diusulkan oleh beberapa OPD lainnya di lingkungan Pemkot Batu. Seperti Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu yang memprioritaskan bantuan untuk penjaga sekolah, kantin hingga petugas kebersihan.

Selain Disdik, OPD lainnya yang menyalurkan bantuan adalah Dishub Kota Batu yang menyasar pada supir angkot. Ada sebanyak 300 orang sopir angkutan. Kemudian usulan dari Diskumdag ada 179 penerima diperuntukkan kepada pedagang pasar.

Ada juga Dinas Pertanian sejumlah 73 penerima seperti petani dan DPMPTSP dan Naker sebanyak 20 penerima kepada pekerja yang dirumahkan.

"Total ada 1113 penerima dengan total anggaran sekitar Rp 1 miliar yang telah disiapkan," katanya.

Pemerintah Kota Batu telah mencanangkan sejumlah kebijakan dan langkah dalam rangka tatanan hidup baru untuk percepatan skenario agenda pemulihan ekonomi daerah pasca Pandemi Covid-19.

Pemerintah Kota Batu fokus terhadap beberapa poin penting agar pemulihan ekonomi berjalan sesuai tujuan.

Poin-poin rencana strategis itu untuk pemulihan ekonomi, sosial kesehatan dan sistem kebencanaan daerah. Di antaranya terdiri atas aspek kesehatan, pendidikan, pelayanan publik, sektor pariwisata, pertanian, pemberdayaan UMKM serta investasi.

Pemerintah Kota Batu telah banyak menggelontorkan dana untuk memulihkan perekonomian. Berdasarkan catatan Surya, anggaran jaring pengaman ada Rp 60.134.548.000. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk bantuan langsung non tunai, bantuan pangan non tunai serta bantuan sosial intensif. (Benni Indo/Tribunjatim.com)

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved