Breaking News:

Berapa Lama Pasutri Harus Waspada Soal Kehadiran Buah Hati Pasca Menikah? Ini Penjelasan Dokter

Setiap pasangan memiliki tenggat waktu berbeda dalam penantian buah hati setelah menikah.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
dr Ali Mahmud SpOG (K) Fer, Klinisi Morula IVF Surabaya. dr Ali merupakan kepala dokter yang menangani Dian Filianti saat melakukan proses bayi tabung. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kehadiran momongan merupakan dambaan setiap pasangan suami istri (Pasutri). Tanpa hadirnya buah hati, keluarga rasanya tak lengkap.

Dalam penantian buah hati tersebut, ada jangka waktu tertentu yang harus diwaspadai oleh para pasutri, termasuk yang baru menikah.

Dikatakan oleh dr Ali Mahmud SpOG (K) Fer, Klinisi Morula IVF Surabaya bahwa setiap pasangan memiliki tenggat waktu berbeda dalam penantian buah hati setelah menikah.

"Jangka waktu penantian buah hati secara normal di mana Pasutri sah melakukan hubungan yang rutin, adalah selama satu tahun. Maksimal jangka waktu satu tahun harusnya sudah hamil," kata dr Ali Mahmud.

Namun, dr Ali Mahmud melanjutkan, penantian jangka waktu satu tahun tersebut dibatasi dengan usia ibu yakni di bawah 35 tahun.

Baca juga: Digelar Secara Acak, Ini Hasil Gelar Rapid Antigen saat Malam Tahun Baru di Lamongan

Baca juga: GEJALA Covid-19 Varian Baru, Ruam Kulit Tandanya, Simak Cara Cegah dan Hal yang Wajib Diketahui

Apabila usia ibu di atas 35 tahun, dr Ali Mahmud menyatakan jangka waktu menunggu yang lebih singkat.

"Dalam kondisi ibu lebih dari 35 tahun, menunggu untuk hamil secara alami bukan satu tahun, tapi hanya 6 bulan. Bila masih belum hamil harus segera diperiksakan," dr Ali menjelaskan.

Jangka waktu menunggu buah hati tersebut, lanjutnya, merupakan tenggat waktu untuk pasangan dengan kondisi fertilitas yang normal.

"Untuk pasangan dengan kondisi subfertilitas, langkah alami akan membuang waktu. Sebab, kemungkinan memperoleh momongan tanpa bantuan medis akan lebih sulit," terang dr Ali.

"Subfertilitas ini kondisi di mana pasangan suami istri masih punya potensi memiliki keturunan, namun lebih kecil dibandingkan pasangan rata-rata," imbuhnya.

Baca juga: 7 Gejala Varian Baru Virus Corona Dialami Penderita Covid-19, Waspada Bukan Cuma Demam dan Batuk

Halaman
12
Penulis: Melia Luthfi Husnika
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved