Breaking News:

Nasib Guru Honorer Kabupaten Malang di 2021: Berpeluang Dapat Gaji dan Tunjangan Setara PNS

Kepala BKPSDM, Nurman Ramdanysah menjelaskan, Tahun 2021 guru tidak masuk perekrutan CPNS. Berpeluang dapat gaji dan tunjangan setara PNS.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Hefty Suud
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Patroli gabungan digelar pada penerapan jam malam hari pertama di Kabupaten Trenggalek, Kamis (31/12/2020) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan mengajukan 2000 lebih kuota guru honorer atau non-PNS guna mengikuti Pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021.

Kepala BKPSDM, Nurman Ramdanysah menjelaskan, Tahun 2021 guru tidak masuk dalam pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

"Ini berdasarkan instruksi dari pusat. Sehingga tidak ada perekrutan (CPNS guru). Alhasil, kami mengajukan sekitar 2000 guru non-PNS untuk menjadi PPPK," beber , ketika dikonfirmasi pada Jumat (1/1/2020).

Baca juga: Kisah Dian Filianti, Perempuan Asal Surabaya yang Nantikan Buah Hati Kedua Malah Dapat Kembar Tiga

Baca juga: Terjawab Perasaan Gisel saat Rekam Video Syur, Suka Sama Suka, Kini MYD Takutkan Masa Depan: Nanti

Nurman menilai jumlah kuota 2000 guru tersebut tidak ideal. Pasalnya, 

Kabupaten Malang yang memiliki wilayah menurutnya butuh banyak guru.

"Kami ingin mengajukan secara ideal tapi sementara ini hanya 2000 itu saja yang bisa kami ajukan. Untuk idealnya berapa itu Dinas Pendidikan Kabupaten Malang," ungkap Nurman.

2000 kuota PPPK di Kabupaten Malang terbagi dalam beberapa kategori. Pada posisi guru SD jumlahnya 1276 orang. Sedangkang 450 orang untuk posisi guru SMP.

Menanggapi rekrutmen PPPK tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono menyatakan jumlah kuota tersebut jauh dari kata ideal. 

Baca juga: Tahap Pemeriksaan Fertilitas Suami-Istri, Kenali Faktor Risiko Sulit Punya Momongan

Baca juga: Fragmen Arca Diduga Bagian dari Candi Ghanten Ditemukan Juru Pelihara Di Bondowoso

Rahmat menilai jumlah kuota perekrutan setidaknya berjumlah 7000 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved