Breaking News:

Bupati Malang Sanusi Siapkan Inovasi di Tengah Lesunya Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

Bupati Malang Sanusi siapkan sejumlah inovasi di tengah lesunya ekonomi akibat pandemi Covid-19 (virus Corona).

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM/HUMAS PEMKAB MALANG
Bupati Malang, Sanusi saat meninjau kawasan rest area Gubug Klakah, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Sabtu (2/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Situasi pandemi Covid-19 (virus Corona) di Indonesia belum berakhir.

Hari demi hari, kasus positif Covid-19 terus menunjukkan peningkatan.

Sektor perekonomian menjadi yang rentan terdampak karena daya beli masyarakat yang turun imbas pandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Malang, Muhammad Sanusi punya inovasi di bidang pariwisata.

Inovasi tersebut akan bersinergi dengan pertanian, peternakan, hingga perikanan.

Baca juga: Lalu Lintas di Fly Over Kedungkandang Kota Malang Padat pada Akhir Libur Panjang Tahun Baru 2021

Baca juga: Pemkot Malang Masih Bahas Pemanfaatan Gedung Bersama Block Office Mini, Tunggu Laporan

"Karena sektor peternakan, perikanan dapat mendongkrak perekonomian di Kabupaten Malang. Seperti halnya yang farm education di Karangploso, Desa Ampeldento," ungkap Sanusi ketika dikonfirmasi, Minggu (3/1/2021).

Sanusi sarankan pengelola wisata maupun petani menanam tanaman yang layak ekspor. Alias laku di pasaran luar negeri.

"Saya ingin tanamannya bisa ekspor semua," ujar pengusaha tebu asal Gondanglegi Malang itu.

Sanusi menceritakan jika ada seorang yang ia kenal di Kasembon Kabupaten Malang sukses menembus pasar Jepang, dari hasil pertanian.

Baca juga: Nasib Malang Gadis 16 Tahun Dirudapaksa Bergilir oleh 8 Pria, Pelaku Ancam Bunuh Korban dengan Sajam

Baca juga: Sektor Wisata di Kota Batu Merasakan Dampak Diwajibkannya Wisatawan Bawa Hasil Rapid Test Antibodi

Katanya, budi daya tanaman hias tersebut bisa menghasilkan uang ratusan juta rupiah.

"1 hektare bisa Rp 500 juta. Karena kemarin bagus, Rp 600 juta dalam 6 bulan bisa panen dua kali. Kami akan kembangkan dan bekerja sama dengan Univesitas Brawijaya Malang," papar Sanusi.

Bersama dengan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Sanusi menerangkan pihaknya akan terbang ke Jepang untuk menjajaki kerja sama di bidang pertanian.

"Kami mau diundang ke Jepang untuk mencari atau melihat kebutuhan pasar Jepang yang bisa ditanam di Indonesia. Rencana habis hari raya," tutup Sanusi.

Editor: Dwi Prastika

Baca juga: Hendak Embat Handphone Penumpang Bus, Pria Tuban Diteriaki Maling, Panik Dikepung Sopir dan Kernet

Baca juga: Harga Kedelai Impor Amerika di Kota Malang Terus Naik, Sudah Sejak Oktober 2020

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved