Breaking News:

Banjir di Lamongan Meluas, 12 Desa di 4 Kecamatan Terendam, BPBD Harus Aktifkan Pompa Kuro

Wilayah  Lamongan Jawa Timur  yang terendam banjir akibat luapan air anak sungai yang tak sanggup menampung curah hujan terus bertambah.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Banjir di Lamongan akibat luapan sungai 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN  - Wilayah  Lamongan Jawa Timur  yang terendam banjir akibat luapan air anak sungai yang tak sanggup menampung curah hujan terus bertambah. 

Kini bertambah, 2 desa di Kecamatan Glagah terendam banjir akibat luapan anak sungai Bengawan Solo yakni, Sungai Bengawan Njero

Data yang didapat Surya.co.id dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan menyebut 2 desa di h yang terendam banjir tersebut adalah Desa Soko dan Desa Menganti. "Sampai Senin (4/1/2021) wilayah yang terimbas luapan Bengawan Njero bertambah, yaitu 2 desa di Kecamatan Glagah," kata Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin, Senin (4/1/2021). 

Baca juga: Protokol Kesehatan Ketat, Satuan Pelayanan Administrasi Polres Gresik Buka Lebih Pagi

Sebelumnya dua Desa Tiwet Kalitengah dan Kiringan Kecamatan Turi sudah terendam lebih dahulu dan kini menyusul  2 desa yang terendam banjir itu juga mengakibatkan jalan di desa ikut terendam  dengan ketinggian air banjir yang merendam jalan desa ini bervariasi antara 10 cm hingga 20 cm. 

"Puluhan rumah juga  ikut terendam. Lebih dari 40 rumah yang terendam dengan ketinggian air antara 5 cm hingga 15 cm," ungkap Muslimin.

Sama dengan 3 kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Turi, Kalitengah dan Karangbinangun, terang Muslimin, banjir yang melanda Kecamatan Glagah ini juga disebabkan oleh luapan anak sungai Bengawan Solo, yaitu Sungai Bengawan Njero

Intensitas hujan yang tinggi, lanjut Muslimin, menyebabkan sungai tak sanggup menampung tingginya debit air. "Banjir mengakibatkan jalan PU dan rumah tergenang air akibat luapan air Bengawan nJero karena intensitas curah hujan yang tinggi," katanya. 

Pihaknya sudah mengambil langkah agar banjir segera surut. Selain juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendataan, baik personil dan materiil. "Kami juga telah mengaktifkan pompa di Desa Kuro, Kecamatan Karangbinangun yang memiliki kapasitas 4 ribu liter perdetik agar banjir segera surut," katanya. 

Sebelumnya, banjir akibat luapan anak sungai Bengawan Solo, Bengawan Njero ini telah merendam setidaknya 10 desa di 3 kecamatan di Lamongan. Senin (4/1/2021) banjir meluas di 2 desa di Kecamatan Glagah sehingga kini total ada 12 desa di 4 kecamatan di Lamongan yang terendam banjir akibat luapan sungai Bengawan Njero ini.(Hanif Manshuri)
 

--

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved