Breaking News:

Kenaikan Harga Tomat dan Cabai Picu Inflasi bulan Desember 2020 di Jember

Kenaikan harga tomat, cabai merah, dan cabai rawit menjadi penyebab inflasi bulan Desember 2020 di Kabupaten Jember.

TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Pedagang cabai di pasar tradisional 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Kenaikan harga tomat, cabai merah, dan cabai rawit menjadi penyebab inflasi bulan Desember 2020 di Kabupaten Jember.

Berdasarkan rilis yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, pada Bulan Desember 2020 Kabupaten Jember mengalami inflasi sebesar 0,36 persen.

Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi bulan Desember adalah tomat, cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, shampo, telur ayam ras, cakalang diawetkan, tarif kereta api, sawi hijau, dan ayam hidup.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah emas perhiasan, sabun mandi, udang basah, pengharum cucian/pelembut, cumi-cumi, beras, sabun detergen bubuk/cair, bawang putih, jamur, dan kangkung.

"Pada bulan Desember, Kabupaten Jember mengalami inflasi sebesar 0,36 persen. Beberapa komoditas penyumbang inflasi antara lain tomat, cabai merah, cabai rawit, juga daging ayam ras. Survei harga di pasar, beberapa komoditas itu memang mengalami kenaikan harga," ujar Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Jember Candra Birawa dalam rilis virtual, Senin (4/1/2021).

Baca juga: Gisella Anastasia dan MYD Masih Berhubungan? Nobu Ucap 1 Kalimat Disinggung Komunikasi Lalu Melengos

Baca juga: Ini Dia Satu-satunya Sosok yang Bisa Bikin Khabib Nurmagomedov Comeback di UFC

Baca juga: Suami Syok Gagal Lepaskan 2 Benda ini di Alat Vital, Nyangkut Berujung 1 Jam Operasi: Hati-hatilah

Dari pengamatan Surya terhadap harga beberapa komoditas itu di pasaran Jember, memang mengalami kenaikan di bulan Desember. Cabai rawit, misalkan, sempat menyentuh harga Rp 60.000 per Kg.

Masih dari rilis BPS, dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran mengalami inflasi, empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi, dan dua kelompok pengeluaran stabil.

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 1,23 persen, sedangkan kelompok yang mengalami inflasi terendah adalah kelompok Penyedia Makanan, dan Minuman/Restoran sebesar 0,06 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terbesar adalah kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,41 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi terkecil adalah kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Lainnya deflasi sebesar 0,02 persen. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved