Breaking News:

Dapur Umum DU Dinsos Mojokerto Pasok 1700 Nasi Bungkus Bagi Korban Banjir

Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, masih terus membuka Dapur Umum (DU) guna memenuhi kebutuhan makan warga

Surya/Mohammad Romadoni
Kondisi Dapur Umum (DU) di Posko bencana terdampak banjir Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, masih terus membuka Dapur Umum (DU) guna memenuhi kebutuhan makan warga terdampak banjir di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Dapur Umum yang dikelola oleh sekitar 20 relawan Tagana tersebut menyiapkan sebanyak 1.700 nasi bungkus untuk korban banjir yang masing-masing didistribusikan dua kali setiap pagi dan sore.

Dampak banjir hari kelima setidaknya merendam 238 rumah warga yang dihuni sekitar 737 jiwa di Dusun Bekucuk, sedangkan Dusun Tempuran ada 29 rumah atau 95 jiwa.

Imam Syaifudin (36) Koordinator Dapur Umum Dinsos, Kabupaten Mojokerto menjelaskan operasional DU untuk memasak keperluan makan korban banjir sudah dimulai pada Senin (4/1/2021) siang.

"Nasi bungkus sudah dibagikan sejak malam kemarin dan pagi tadi bagi masyarakat terdampak banjir di Desa Tempuran," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (5/12)/2021).

Baca juga: Warga di Bekucuk Mojokerto Terdampak Banjir Dapat Bantuan Air Bersih, Bakal Dikirim Setiap Hari

Baca juga: Chacha Sherly Dimakamkan di Sidoarjo, Sang Ayah Iptu Agus: Maafkan Kalau Anak Saya Punya Salah

Baca juga: Banjir Rendam Pemukiman Kota Pasuruan, Terparah di Petamanan: Air Setinggi Dada Orang Dewasa

Menurut dia, pasokan logistik bahan pokok disuplai dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Mojokerto untuk memenuhi kebutuhan makan warga terdampak banjir di Desa Tempuran. Ketersediaan logistik untuk korban banjir di Posko bencana yaitu 5 kwintal beras dan lauk pauk yang kini masih terisisa tujuh dus mie instan dan tahu.

"Estimasi logistik bahan makanan untuk kebutuhan nasi bungkus diperkirakan cukup sampai besok Rabu," terangnya.

Ketersediaan beras di Dapur Umum mencukupi namun kekurangan lauk sehingga membutuhkan pasokan bahan makanan seperti telur, tahu, tempe dan mie instan. Apalagi, bantuan dari sebagian masyarakat langsung didistribusikan pada warga di lokasi banjir yang seharusnya melalui DU tersebut sehingga pembagian merata dapat dirasakan oleh korban banjir.

"Yang dibutuhkan lauk seperti telur, tahu, tempe dan mie instan termasuk bumbu dapur," ungkapnya.

Imam mengatakan setiap satu kali masak mengolah bahan makanan di DU Posko bencana terdampak banjir menghabiskan satu kwintal beras, 400 bungkus mie instan atau 10 dus, telur 30 kilogram dan tempe tahu.

"Kalau dikatakan kekurangan tidak cuma kan kita memanfaatkan yang ada dulu nanti jika merasa kekurangan kita minta dari BPBD dan Dinas Sosial," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Keberadaan Dapur Umum Dinsos ini sangat dibutuhkan untuk memasok kebutuhan makan korban terdampak banjir. Pasalnya, warga tidak bisa beraktivitas masak lantaran air banjir masih merendam di dalam rumah.

"Operasional DU Dinsos akan terus dibuka menyesuaikan kondisi banjir di Dusun
Desa Tempuran," tandasnya. (Mohammad Romadoni/Tribunjatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved