Breaking News:

Harga Kedelai Terancam Terus Naik, Pengusaha Tahu Tuban: Kalau Berhenti Produksi, Mulai Awal Lagi

Di tengah ancaman harga kedelai impor yang terus naik, pengusaha tahu Tuban: Kalau berhenti produksi, mulai dari awal lagi.

TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Para pekerja tengah membuat tahu di UD Barokah Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban, Rabu (6/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mochamad Sudarsono

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pengusaha tahu di Tuban, Jawa Timur, menanggapi harga kedelai impor yang terus meroket, dari satu bulan sebelumnya Rp 6.500/kg kini menjadi Rp 9.200/kg.

Naiknya harga kedelai berpengaruh pada keuntungan yang didapat, sebab pengusaha berpikir ulang untuk ikut menyesuaikan harga jual tahu. 

Wardam (72), pengusaha tahu di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Tuban, mengaku tidak berani menaikkan harga tahu seperti naiknya harga kedelai. 

Saat ini saja, ia hanya menaikkan Rp 2 ribu untuk per papan tahu menjadi Rp 25 ribu, sebelumnya Rp 23 ribu. 

"Kita tidak berani menaikkan lebih, pembeli bisa hilang. Kalau dilakukan bakal lebih susah karena harus memulai usaha dari nol lagi," ujarnya saat ditemui di lokasi pembuatan tahu, Rabu (6/1/2021). 

Baca juga: Harga Kedelai Impor Terus Meroket, Pengusaha Tahu Tuban Tetap Bertahan Meski Untung Tipis

Baca juga: 48 Faskes Disiapkan untuk Pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Bojonegoro, Jubir: 1 Faskes 1 Tim Nakes

Pengusaha tahu asal Plumpang Tuban itu menjelaskan, jika ditilik lagi dengan kondisi pembuatan, satu papan membutuhkan 2 kg kedelai yang harganya bisa Rp 18.400. 

Sisanya bisa saja untuk kebutuhan produksi lain seperti BBM, transportasi hingga upah pekerja. 

Saat ini usahanya masih memproduksi 2,5-3 kuintal tahu, tidak ada yang berubah dengan sebelumya. 

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Tuban Terus Meroket di Awal Tahun 2021, Musim Penghujan Pengaruhi Stok

Baca juga: Hendak Embat Handphone Penumpang Bus, Pria Tuban Diteriaki Maling, Panik Dikepung Sopir dan Kernet

"Ada biaya produksi di luar kedelai yang tidak sedikit, kalaupun itu untung maka tipis. Bahkan saya pernah rugi, saat ada kebutuhan produksi yang tiba-tiba naik, tapi harga tahu tetap," pungkasnya. 

Adapun hasil produksi tahu dijual di Kecamatan Palang, Plumpang, Tuban. Kemudian Kecamatan Paciran, Lamongan.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: M Sudarsono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved