Breaking News:

Kadindik Kediri Tegaskan Tak Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka hingga Masuk Zona Hijau Covid-19

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Sujud Winarko tegaskan tidak akan menggelar pembelajaran langsung hingga status menjadi zona hijau.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/Farid Mukarrom
Sujud Winarko Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri saat ikuti Rapat zoom virtual oleh sekitar 940 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah SD dan SMP negeri/swasta dan Pengawas SD dan SMPnegeri/swasta se-Kabupaten Kediri. 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Winarko tegaskan tidak akan menggelar pembelajaran langsung hingga status risiko penularan Covid-19 berubah menjadi zona hijau.

Saat memasuki tahun baru 2021 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri bergerak cepat untuk melakukan sosialisasi kepada orangtua, murid dan pihak sekolah soal Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran 2020/2021.

Sujud Winarko mengatakan, memasuki tahun 2021 wilayah Kabupaten Kediri masih dalam pandemi Covid-19 dan tergolong tinggi.

“Tolong disampaikan kepada masyarakat lewat komite sekolah, lewat wali murid dan dewan guru agar bisa memberikan pencerahan dan informasi yang menyejukkan,” katanya.

Sesuai Surat Keputusan Bersama Empat Menteri, sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka jika wilayah tersebut dalam kondisi zona hijau.

Baca juga: Chacha Sherly Senyum Pakai Baju Putih, Curhat Allah Maha Baik sebelum Tiada: Semua Allah Beri Jalan

Baca juga: 48 Faskes Disiapkan untuk Pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Bojonegoro, Jubir: 1 Faskes 1 Tim Nakes

"Saat ini kondisi Kabupaten Kediri dalam kondisi zona oranye, sehigga pihaknya belum berani melakukan pembelajaran tatap muka," ungkapnya.

Selain itu Sujud juga mengarahkan kepada pihak sekolah agar pendidikan korupsi masuk kurikulum.

Berdasarkan evaluasi dan pemantauan para guru masih aman, nyaman dan tenang memakai aplikasi whatsapp untuk proses belajar mengajar.

"Jumlahnya lebih dari 80% pada semester 2 ini diharapkan pelaksanaan pembelajaran tidak hanya menggunakan whatsapp saja, namun harus ada hubungan interaktif, gunakan media lain yang ada,” tambah Sujud.

Menurut Sujud bahwa pihaknya akan membuka klinik pendidikan untuk mengurangi kejenuhan pada peserta didik yang melaksanakan pembelajaran daring.

"Setiap hari guru standby di sekolah, jika ada murid kesulitan bisa datang ke sekolah. Akan tetapi tetap dibatasi maksimal 10 anak dalam 1 kelas dan diatur oleh sekolah masing-masing. Jadi surat edaran menteri tetap kita patuhi dan laksanakan, kebutuhan siswa juga kita akomodir,” pungkasnya. 

Penulis: Farid Mukarrom

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved