Virus Corona di Lamongan

Penderita Covid-19 Bertambah, Lamongan Kembali Zona Merah, Ini Skenario yang Akan Dilakukan Satgas

Penyebaran Covid-19 di Lamongan semakin tak terkendali dan kini kembali ke zona Merah berdampingan dengan Blitar dan Ngawi yang senasib sama.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Pipin Tri Anjani
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Data resmi dari Satgas Covid-19 yang menyeret Lamongan kembali ke zona Merah, Rabu (6/1/2021) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Sempat  zona oranye, dengan harapan bisa ke zona hijau. Namun untuk Lamongan, itu hanya  bisa menjadi angan-angan belaka.

Penyebaran Covid-19 di Lamongan semakin tak terkendali dan kini kembali ke zona Merah berdampingan dengan Kabupaten Blitar dan Ngawi yang senasib dengan Lamongan.

Kabag Prokopim Pemkab Lamongan, Arif Bachtiar membenarkan, jika saat ini Lamongan berada di zona merah (resiko tinggi, red) penyebaran Covid-19

Status zona merah itu berdasarkan data masuk per 5 Januari kemarin ini, bahwa di Lamongan ada peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 dalam beberapa hari ini.

"Pertanggal 5 Januari dari Pemprov. Tapi sejak tanggal 4 Januari Satgas Covid-19 kabupaten sudah mengkalkulasi masuk zona Merah," kata Arif Bachtiar saat dikonfirmasi Surya.co.id (grup TribunJatim.com), Rabu (6/1/2021). 

Baca juga: 48 Faskes Disiapkan untuk Pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Bojonegoro, Jubir: 1 Faskes 1 Tim Nakes

Baca juga: Klaster Keluarga Banyak Sumbang Kenaikan Kasus Covid-19 di Trenggalek, Warga Diminta Terapkan Prokes

Arif menuturkan, peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Lamongan ini terjadi linier dengan masa libur beberapa hari lalu.

Hanya saja, Arif tidak bisa memastikan apakah  hanya faktor tersebut saja yang mempengaruhi peningkatan status,  karena saat ini juga ada peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat.

"Linier dengan masa libur. Tapi tidak bisa dipastikan karena  faktor tersebut. Ada peningkatan aktifitas perekonomian masyarakat," ungkapnya. 

Untuk  menekan penyebaran Covid-19 ini, lanjut Arif, Satgas Covid-19 kabupaten telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif diantaranya, meningkatkan 3T yaitu testing, tracing dan treatment.

Selain  intens melakukan sosialisasi 3M dibarengi penegakan disiplin melalui operasi yustisi gabungan, melindungi komorbit dari kemungkinan terpapar Covid-19.

Pola lainnya,  dengan menambah fasilitas rawat inap baik di RSUD Soegiri maupun menyiapkan alternatif tempat lainnya, yaitu di Gedung Korpri yang lokasinya berada di depan RSUD dr Soegiri Lamongan

Juga telah ditambah fasilitas rawat inap di RSUD dr Soegiri dan menyiapkan alternatif tempat lainnya, yaitu di Gedung Korpri.

Sementara, petugas gabungan juga terus menggencarkan operasi yustisi untuk mendisiplinkan warga agar patuh dengan protokol kesehatan.

Baca juga: Jumlah Penduduk Miskin di Jember Naik Pada 2020, BPS Sebut Pandemi Covid-19 Turut Jadi Sebab

Saat ini, operasi yustisi di Lamongan dilakukan 3 kali sehari agar warga terus disiplin dan tidak lalai protokol kesehatan di berbagai titik di Lamongan.

"Operasi Yustisi kita gencarkan lagi intensitasnya, " katanya. 

Sementara, data resmi penyebaran Covid-19 di Lamongan hingga 5 Januari dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan menunjukkan kalau secara kumulatif jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Lamongan telah mencapai 1.830 dengan jumlah pasien sembuh mencapai 1.590 dan pasien meninggal sebanyak 117.

Ada sebanyak  54.604 orang berstatus Pelaku Perjalanan, 3.859 orang berstatus Kontak Erat.

Ada sebanyak 2.039 orang berstatus Suspek dan 74 orang berstatus Probable. Masyarakat perlu sadar dan  mentaati peraturan pemerintah untuk  Jaga Jarak Fisik dan Sosial,  wajib memakai masker jika keluar rumah.(SURYA/Hanif Manshuri)

Editor: Pipin Tri Anjani

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved