Breaking News:

6 Pemuda Pelaku Pengeroyokan di Nganjuk Diamankan Polisi, Beraksi di Enam TKP untuk Pamer Kekuatan

Enam orang pelaku pengeroyokan di enam tempat kejadian perkara (TKP) diamankan jajaran Polres Nganjuk.

SURYA/Achmad Amru Muiz
Enam tersangka pelaku pengeroyokan bersenjata tajam hanya untuk gagah-gagahan dan beraksi di 6 TKP diamankan Polres Nganjuk. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Enam orang pelaku pengeroyokan di enam tempat kejadian perkara (TKP) diamankan jajaran Polres Nganjuk.

Dari tangan para pelaku pengeroyokan diamankan barang bukti mulai senjata tajam golok, pisau penikam, martil (palu), sejumlah sepeda motor, dan sebagainya.

Kapolres Nganjuk, AKBP Harviadhi Agung Pratama menjelaskan, aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh para pelaku tersebut di antaranya terjadi di Traffic Light Baron, Pertokoan Warujayeng, jalan raya Desa Patianrowo, jalan raya Kertosono, lapangan sepak bola Desa Bangsri, dan di Kelurahan Mangundikaran Kota Nganjuk.

"Dari aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh para tersangka tersebut setidaknya ada 11 korban yang melapor karena terluka dan telah menjalani pemeriksaan serta visum," kata Harviadhi, Kamis (7/1/2021).

Sebenarnya, dikatakan Harviadhi, dari kasus pengeroyokan tersebut ada delapan tersangka, namun ada dua orang tersangka yang kini menjadi DPO Polres Nganjuk.

Baca juga: Terapkan Aplikasi Daring Si-Prestasi, Upaya Dindik Nganjuk Kembangkan Pendidikan Dimasa Pandemi

Baca juga: Sopir Chacha Akan Ditahan, Inilah 5 Fakta Baru Kasus Tewasnya Chacha Sherly, Mobil HRV Tertabrak Bus

Selain itu, juga ada dua tersangka yang masih berusia dibawah umur sehingga dilakukan Diversi.

Lebih lanjut diungkapkan Harviadhi, dari enam tersangka yang berhasil diamankan tersebut tidak semuanya terlibat di semua TKP. Melainkan satu tersangka yang hanya terlibat di tiga TKP saja atau hanya satu TKP Saja.

Namun, aksi pengeroyokan tersebut saling berkaitan satu sama lain.

Memang, diakui Harviadhi, aksi pengeroyokan yang dilakukan oleh para tersangka tersebut cukup membuat masyarakat resah. Ini dikarenakan dalam melakukan aksi pengeroyokan mereka selalu mengeluarkan senjata tajam baik itu golok ataupun pisau penghabisan serta palu dan lainya.

Bahkan, terhadap para korban pengeroyokan juga ada yang mengalami luka akibat pukulan martil ataupun sabetan senjata tajam yang dibawa para pelaku.

"Jadi mereka dalam melakukan pengeroyokan cukup sporadis terhadap para korban yang dianggap sebagai musuhnya. Dan para tersangka kami jerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dimana ancaman hukumannya hingga 5 tahun 6 bulan penjara dan UU darurat nomor 12 tahun 1951 ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara," ucap Harviadhi.

Baca juga: Sebanyak 19.188 Sertifikat Program PTSL Diserahkan Kepada Masyarakat di Kabupaten Nganjuk

Sedangkan untuk motif dari aksi para tersangka, tambah Harviadhi, dari hasil pemeriksaan tidak ada kepentingan pribadi.

Melainkan hanya untuk gagah-gagahan (pamer kekuatan,red) saja dengan tidak ada alasan persoalan penting dalam beraksi melakukan pengeroyokan.

"Untuk itu, kami berharap para orang tua untuk meningkatkan pengawasanya terhadap putranya dan seringkali menasehati untuk tidak berbuat kekerasan yang bisa menimbulkan keresahan masyarakat. Apalagi ditengah Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini sebisa mungkin menghindari tindakan tidak terpuji. Dan kamipun juga berharap masyarakat memberikan informasi cepat kepada Kepolisian terdekat jika mengetahui atau menjumpak kejadian yang dirasa meresahkan warga," tutur Harviadhi. (SURYA/Achmad Amru Muiz)

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved