Breaking News:

PSBB Malang Raya

Persiapan PSBB Malang Raya, Wali Kota Batu: Tempat Pariwisata Tidak Terlalu Mengkhawatirkan

Persiapan PSBB Malang Raya, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan pihaknya tidak terlalu khwatir dengan tempat pariwisata.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko usai menghadiri rapat koordinasi persiapan PSBB Malang Raya yang digelar di Makodim 0833 Kota Malang, Kamis (7/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Kukuh Kurniawan

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran virus Corona ( Covid-19 ).

Dalam Instruksi Mendagri tersebut, tertulis akan dilakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk kabupaten-kota di Jawa dan Bali yang memenuhi kriteria.

Kriteria yang dimaksud antara lain tingkat kematian diatas tingkat kematian nasional, tingkat kesembuhan dibawah rata - rata tingkat kesembuhan nasional, dan tingkat keterisian bed di atas 70 persen dan lainnya.

Baca juga: Pantas Sopir Chacha Sherly jadi Tersangka Kecelakaan, Penyebab Sebenarnya Dikuak Polisi, Lihat Nasib

Baca juga: Adegan Syuting Terakhir Chacha Sherly Bak Pertanda?, Melaney Marah Sang Biduan Kelayapan, Gila Sih

Dalam Instruksi Mendagri itu, wilayah Jawa Timur yang akan menerapkan pembatasan kegiatan adalah wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya.

Wilayah Malang Raya mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Menanggapi adanya hal tersebut, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko akan segera mensosialisasikan aturan terkait PSBB itu.

Namun saat ini pihaknya masih menunggu rapat koordinasi virtual dengan Forkopimda Provinsi Jatim terkait penerapan PSBB Malang Raya.

Baca juga: Malang Raya Sepakat Jalankan PSBB, Sekolah Tetap Daring dan Ruang Publik Akan Dibatasi 50 Persen

Baca juga: Viral Video Aksi Penusukan di Lumajang, Berawal Tuduhan Mencuri Sampai Penusukan di Pinggir Jalan

"Bila hasilnya (hasil rapat koordinasi) sudah keluar, maka akan kami sosialisasikan kepada masyarakat dan para pelaku usaha hotel, restoran, dan pariwisata. Termasuk juga kerjasama dengan pihak Polres dan TNI (untuk mensosialisasikan peraturan PSBB Malang Raya)," ujarnya kepada TribunJatim.com, Kamis (7/1/2021).

Ia mengakui, adanya penerapan PSBB Malang Raya yang akan dimulai tanggal 11 - 25 Januari akan berdampak pada faktor ekonomi.

"Tentu saja akan berdampak pada faktor ekonomi. Namun kami harus mementingkan keselamatan masyarakat. Dan lagipula penerapan ini hanya dilakukan selama dua minggu, sehingga kami meminta pengertiannya dari masyarakat," tambahnya.

Dalam penerapan PSBB itu, Wali Kota Batu mengatakan pihaknya tidak terlalu khwatir dengan tempat pariwisata.

Karena pihaknya telah menerapkan kuota pembatasan jumlah pengunjung sebesar 50 persen.

"Contohnya seperti tempat pariwisata Selecta yang berkapasitas sampai 12 ribu pengunjung. Namun kami batasi hanya 5000 pengunjung. Tetapi melihat situasi yang ada, kuota 50 persen jumlah pengunjung tempat pariwisata tidak pernah terpenuhi, mulai dari bulan Juli 2020 hingga saat ini. Sehingga kami tidak terlalu mengkhawatirkan. Lagipula selain penerapan kuota jumlah pengunjung, kami juga memberlakukan kewajiban rapid tes bagi warga luar kota (non Malang Raya)," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved