Breaking News:

Musim Hujan Buat Harga Cabai di Kabupaten Malang Meroket, Banyak Petani Gagal Panen

Musim hujan membuat harga cabai rawit di Kabupaten Malang meroket. Hal itu karena banyak petani yang mengalami gagal panen.

TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
Musim hujan membuat banyak cabai gagal panen, Kamis (7/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Musim hujan membuat harga cabai rawit di Kabupaten Malang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

"Dalam tempo waktu hingga minggu kemarin masih pada angka Rp 35 ribu per kilogram. Namun saat ini mencapai Rp 63 ribu per kilogram cabai rawit," ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Budiar Anwar ketika dikonfirmasi pada Kamis (7/1/2021).

Budiar Anwar mengaku mendapat informasi kenaikan harga cabai rawit itu berdasarkan laporan Sub Terminal Agribisnis Mantung, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Budiar Anwar menganalisa, faktor cuaca musim hujan memicu gagal panen tanaman cabai. 

"Cabai itu membutuhkan sinar matahari yang banyak dan air yang tidak terlalu banyak. Karena musim hujan, banyak bunga yang rontok. Padahal bunga itu yang nanti jadi cabai rawit," ungkap Budiar Anwar.

Baca juga: 14 Ribu Nakes di Kota Malang Bakal Jalani Vaksinasi Covid-19, Sutiaji: Kami Sudah Lakukan Persiapan

Baca juga: Hasil Penggeledahan, KPK Sita dan Amankan Dokumen Perizinan Wisata di Dinas Pariwisata Kota Batu

Terkait hal ini, Budiar Anwar mengaku telah melakukan sejumlah upaya.

Sebagai solusi, pihaknya sempat menerapkan penggunaan atap pada ladang pertanian cabai.

"Namun tetap ada yang gagal panen karena kurang sinar matahari," ungkapnya.

Guna menekan harga cabai, Budiar Anwar mengatakan sistem barter komoditas pertanian bisa meredam kenaikan harga cabai.

Baca juga: Malang Raya Sepakat Jalankan PSBB, Sekolah Tetap Daring dan Ruang Publik Akan Dibatasi 50 Persen

Baca juga: Tangani Banjir Kota Malang, Komisi C DPRD Desak Pemkot Bongkar Bangunan yang Berdiri di Saluran Air

"Seperti biasanya di Pasar Mantung itu menjual komoditas yang banyak kan manisa. Mereka jual ke Bali, NTT (Nusa Tenggara Timur). Sementara dari Bali, NTT mengirim cabai rawit," tutur Budiar Anwar.

Menurut Budiar Anwar, cara tersebut setidaknya membuat harga cabai naik tidak terlalu tinggi.

"Dulu sempat Rp 100 ribu per kilogram ya sekarang masih Rp 63 ribu per kilo. Jadi masih bisa ditekan walaupun normalnya Rp 35 ribu," tutup Budiar Anwar.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved