Breaking News:

Persik Kediri

Presiden Persik Hakim Bafaqih Minta PSSI Segera Keluarkan Keputusan Status Liga 1

Presiden Klub Persik Kediri Abdul Hakim Bafaqih minta PSSI segera keluarkan keputusan status Liga 1.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/FARID MUKARROM
Kolase foto Presiden Persik Kediri Abdul Hakim Bafaqih saat memberikan arahan di hotel Grand Surya Kediri 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Presiden Klub Persik Kediri Abdul Hakim Bafaqih minta PSSI segera keluarkan keputusan status Liga 1.

Manajemen klub berjuluk Macan Putih ini meminta federasi lebih tegas. Jika ingin dilanjutkan, segera diputuskan. Begitu pula bila ingin kompetisi dihentikan, juga harus diputuskan.

Menurut Presiden Klub Persik Kediri Abdul Hakim Bafagih, ketidakjelasan status kompetisi seperti sekarang sangat menyulitkan klub. Terutama dalam perencanaan bisnis.

"Sebuah bisnis sepak bola tidak bisa dijalankan tanpa kepastian kelanjutan kompetisi," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Hakim mengungkapkan, pihaknya ingin sepak bola di Indonesia dikelola lebih profesional.

Apalagi sebenarnya pengelolaan sepak bola tanah air sudah mengalami proses yang panjang.

"Kita dulu masih menggunakan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) dan sekarang sudah memasuki era industri sepak bola. Seharusnya kita banyak belajar," ungkapnya.

Baca juga: Trenggalek Kirimkan Data Tiga Ribu Tenaga Medis untuk Vaksinasi Covid-19 ke Kemenkes

Baca juga: Update Banjir Perumahan Kwadungan Kediri, Air Setinggi Mata Kaki, Warga Minta Pemkab Turunkan Pompa

Baca juga: Sosok Athira Farina Pilot Cantik yang Dijodohkan dengan El Rumi, Mahir Main Drum & Gajinya Fantastis

Dia melanjutkan, salah satu yang mendukung bisnis sepak bola adalah ekosistem industri. Tanpa ekosistem yang baik seperti kepastian kompetisi, mimpi besar industri sepak bola hanyalah omong kosong.

Persik sebenarnya menyadari kegalauan PSSI dan PT LIB dengan kondisi pandemi Covid-19. Apalagi saat ini pemerintah pusat baru saja menetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021.

"Tapi, federasi dan operator liga harus memberikan kepastian juga. Jangan membiarkan klub menunggu terlalu lama," keluhnya kepada TribunJatim.com.

Meski klub dikelola swasta, namun mereka di bawah naungan federasi. Karenanya, Hakim menanyakan sejauh mana tanggung jawab dan rasa empati PSSI dan PT LIB dalam menyikapi kelanjutan kompetisi. (Farid/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved