BPOM RI Optimis Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac Bisa Dipercepat

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM-RI) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan izin penggunaan darurat atau Emergency Use

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM-RI) Penny Kusumastuti Lukito di Jakarta dalam konpres via Zoom, Jumat (8/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM-RI) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia bakal mempertimbangkan hasil uji klinis yang dilakukan Negara Turki dan Brazil.

Laporan hasil uji klinis di dua negara tersebut menunjukkan kabar menggembirakan. Di Brazil, khasiat (efficacy) vaksin tersebut mencapai 78%. Sedangkan, Turki mencapai 91%.

Langkah itu, lanjut Lukito, akan dilakukan setelah uji klinis tahap ketiga dari vaksin di Bandung, rampung.

"Itu kami tunggu dalam hari ini, untuk kemudian dibahas tentunya dengan data dari Brazil dan Turki juga," katanya dalam konpres via Zoom, Jumat (8/1/2020).

Penerbitan izin EUA untuk suatu kondisi kedaruratan nasional, bisa dilakukan lebih cepat, tanpa harus melalui tahapan uji klinis.

Asalkan, ungkap Lukito, produk obat berupa vaksin itu sudah memperoleh izin EUA dari negara-negara lain, seperti Inggris, Eropa, kanada, dan Jepang.

Baca juga: Harta Sangat Fantastis, Kini Orang Terkaya di Dunia, Elon Musk Hidupnya Gimana Sih? Pernah Dibully

Baca juga: RESMI Boy Rafly Bersaing Ketat Dengan Gatot Edhy, Calon Resmi Kapolri Direkom ke Jokowi, Cek Profil

Baca juga: Ratusan Rumah di Desa Tempuran Kembali Terendam Banjir 27-45 Cm, Dapur Umum Dinsos Dibuka Lagi

Namun syaratnya, negara-negara tersebut merupakan negara yang telah dipercaya (Reliance) oleh Indonesia.

Artinya, kepercayaan yang dimaksud, didasarkan pada mekanisme produksi yang dilakukan negara tersebut, yang diukur dari aspek keamanan, mutu dan efficacy produk.

"Kami diberikan data lengkap dikaitkan dalam proses pemberian pendaftaran mereka pada negara-negara tersebut nanti dalam waktu paling lama 20 hari kerja, akan segera keluar EUA," jelasnya.

Lukito juga menambahkan, Pemerintah Indonesia juga masih menunggu progresivitas tahapan uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac, terhadap subjek vaksin orang dengan usia lanjut (Lansia), di sejumlah negara.

Kabar terbaru yang diterima pihaknya, Tiongkok sedang melalui uji klinis tahap pertama dan kedua. Sedangkan, Brazil sedang melalui uji klinis tahap ketiga.

Manakala hasilnya menunjukan efikasi yang signifikan, lebih dari 50%. Lukito menganggap, hal itu bakal mempermudah terbitnya izin EUA.

"Mudahan tidak terlalu lama. Dengan demikian untuk memberikan EUA khusus untuk lansia, pada waktunya nanti," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved