Breaking News:

Virus Corona di Madura

Hasil Rapid Test DPRD Kabupaten Pamekasan: 3 Staf Reaktif Covid-19, Jalani Isolasi Mandiri 15 Hari

Tiga Staf DPRD Kabupaten Pamekasan reaktif Covid-19. Jalani isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 15 hari. 

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Hefty Suud
Freepik
ILUSTRASI - 3 Staf DPRD Kabupaten Pamekasan positif Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Tiga Staf DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura dinyatakan reaktif virus Corona ( Covid-19 ) setalah melakukan rapid test di Gedung DPRD Pamekasan, pada Kamis (7/1/2021).

Rapid test itu dilakukan secara bersama oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, seluruh staf dan driver DPRD Pamekasan.

Ketua DPRD Pamekasan, Fathorrahman mengatakan, sebanyak 25 anggota dewan legislatif telah melakukan rapid test, bersama seluruh staf dan driver DPRD Pamekasan. 

Baca juga: 11 Daerah di Jatim Ini Terapkan PPKM Mulai Senin 11 Januari, Tak Hanya Surabaya dan Malang Raya

Baca juga: Kesaksian Nelayan saat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Daftar Temuan: Ledakan, Tubuh Manusia & Celana

Hasilnya, 25 anggota dewan dan semua driver DPRD yang mengikuti kegiatan tersebut dinyatakan non reaktif.

"Mereka setelah melakukan rapid test menunggu hasilnya sampai 30 menit, ternyata, hasilnya non reaktif. Tapi ada 3 staf DPRD dinyatakan reaktif," kata Fathorrahman, Sabtu (9/1/2021).

Menurut dia, tiga staf yang telah dinyatakan reaktif akan dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 15 hari. 

Sedangkan, anggota dewan yang tidak hadir pada pelaksanaan rapid test hari kala itu, maka akan dilakukan rapid test di tahap selanjutnya.

Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Hilang Kontak Bawa 59 Penumpang, Diduga Jatuh di Sekitar Pulau Laki

Baca juga: POSISI Pesawat Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak Hilang, Aktivitas Terakhir: Kecepatan Turun Drastis

"Tiga Staf yang reaktif itu langsung kita pulangkan untuk isolasi mandiri selama 15 hari dan bagi anggota dewan yang tidak hadir, akan melakukan rapid test pada hari Senin 11 Januari 2021," papar mantan aktivis HMI Malang itu.

Pihaknya berharap kepada semua pihak, mulai dari anggota DPRD hingga staf DPRD, agar melakukan rapid test untuk mengetahui hasil akhir rapidnya. 

Hal itu dilakukan demi keselamatan dan kesehatan masing-masing individu.

"Mudah-mudahan dengan adanya rapid test ini kita lebih berhati-hati, tetap mematuhi Prokes dan jangan pernah abai saat beraktivitas," peringatnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian

Editor: Heftys Suud

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved