Breaking News:

Pegiat Sampah Jember : Permasalahan Sampah Permasalahan Bersama

Pegiat persampahan di Kabupaten Jember bersepakat membantu mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Jember.

SURYA/SRI WAHYUNIK
Salah satu titik penumpukan sampah yang terjadi di Kota Jember, Selasa (5/1/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pegiat persampahan di Kabupaten Jember bersepakat membantu mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Jember.

Minggu (10/1/2021) perwakilan dari 20 bank sampah di Jember, bersama dengan pegiat persampahan Jember, akademisi, dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember bertemu di Depo Bank Klambi Sobung Sarka, Jember.

Ada sejumlah hasil yang disepakati oleh pegiat persampahan itu untuk berjejaring bersama berkontribusi membantu permasalahan sampah di Jember. Pertemuan itu juga dipicu mencuatnya persoalan sampah di Kabupaten Jember beberapa waktu terakhir.

Nurul Hidayah lias Cak Oyong dari Depo Bank Klambi Sobung Sarka, mengatakan, pertemuan itu membicarakan sejumlah hal terkait permasalahan sampah di Jember, dan solusi yang harus diambil

"Karena permasalahan sampah adalah permasalahan bersama. Maka, setiap pihak harus mengambil peran untuk mengatasinya. Pihak Legislatif dapat mengeksekusi regulasinya. Pihak Eksekutif dapat membuat kebijakan serta menyiapkan sarprasnya (sarana-prasarana). Bank sampah dan pegiat persampahan juga turut mengambil peran dalam pengelolaan dan edukasi terhadap masyarakat," ujar Cak Oyong kepada TribunJatim.com, Senin (11/1/2021).

Baca juga: KPK Kembali Geledah Balaikota Among Tani, Ruang Wali Kota Batu Juga Digeledah

Baca juga: Terungkap Ucapan Pilot Afwan sebelum Pesawat Jatuh? Rekaman Pembicaraan Dikantongi KNKT, Berhasil

Baca juga: Janji Wijin Takkan Tinggalkan Gisella, Nobu Muncul Curhat Ayah Sakit dan Kerugian: Terpukul Sekali

Jika semua elemen terlibat dalam memecahkan permasalahan sampah di Jember, lanjut Cak Oyong, cita-cita Indonesia Bersih Bebas Sampah dapat terwujud.

Beberapa hal yang disepakati dalam pertemuan yang bertajuk 'Silaturahmi Bank Sampah se-Kabupaten Jember' itu, antara lain, perlunya forum koordinasi sebagai wadah pengurus bank sampah untuk saling berjejaring, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Kemudian, diperlukan pembaruan data bank sampah yang ada di Kabupaten Jember, baik yang masih aktif maupun yang vakum.

Pengelola bank sampah juga diharapkan bisa bertemu secara rutin, sebulan sekali untuk membahas teknis pengelolaan sampah.

Teknis pengelolaan sampah itu, seperti mempersingkat alur distribusi dari bank sampah langsung ke pabrik daur ulang, kebutuhan lahan beberapa bank sampah sehingga tidak ada komplain dari warga sekitar.

Kemuian, kebutuhan alat angkut, baik dari nasabah ke bank sampah ataupun dari bank sampah ke pengepul. Lalu, kebutuhan Pembinaan SDM anggota bank sampah baik teknis ataupun manajerial.

Juga kebutuhan akses pemasaran untuk hasil daur ulang produk bank sampah, serta pelatihan pengelolaan sampah baik organik maupun nonorganik guna meningkatkan pengetahuan.

Ketua Bank Sampah Desa Balung Kulon, Ahmad Sugiarto sangat mendukung kegiatan yang nantinya turut membantu pengelolaan sampah di Kabupaten Jember.

"Saya berharap pertemuan ini tidak selesai sampai disini dan diperkuat menjadi jaringan bank sampah yang bisa dikelola bersama-sama," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Jember Adrian yang turut dalam pertemuan tersebut, kepada para pegiat persampahan Jember berjanji akan mengawal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah untuk bisa masuk ke Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD Jember. (Sri Wahyuni/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved