Breaking News:

Trenggalek Dorong Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Pertanian Lewat Badan Usaha Milik Petani

Pemkab Trenggalek mendorong peningkatan kualitas serta produktivitas pertanian lewat badan usaha milik petani.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat mengikuti rapat online membahas soal pertanian, Senin (11/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek bertekad mensukseskan pembentukan badan usaha milik petani pada 2021.

Harapannya, badan usaha itu akan mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas di lahan pertanian yang ada di Trenggalek.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menjelaskan, peningkatan kualitas itu akan didapat dari program membumikan kembali pupuk organik di wilayah pertanian.

Penggunaan pupuk organik di Kabupaten Trenggalek tengah didorong dalam setahun terakhir.

Pelatihan-pelatihan membuat pupuk organik dilakukan di banyak tempat.

Pupuk organik, kata bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu, akan mengurangi ketergantungan pada pupuk subsidi di Trenggalek.

Baca juga: PDI Perjuangan Trenggalek Tanam Pohon di Bantaran Sungai, Pantik Jiwa Peduli Lingkungan di HUT Ke-48

Baca juga: Trenggalek Kirimkan Data Tiga Ribu Tenaga Medis untuk Vaksinasi Covid-19 ke Kemenkes

Apalagi, Trenggalek memiliki banyak petani hutan yang secara hukum termasuk dalam golongan tak mendapat jatah pupuk subsidi.

“Tadi perintah saya adalah, kita sukseskan tahun ini badan usaha milik petani, dengan petani harus bisa memproduksi pupuk sendiri dengan kualitas baik dan organik,” kata Mas Ipin, seusai mengikuti Pembukaan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2021 secara daring dari Trenggalek, Senin (11/1/2021).

Apabila penggunaan pupuk organik bisa masif, pihaknya berencana mensertifikasikan lahan organik yang ada di Trenggalek.

Baca juga: Tak Ada Gugatan, KPU Trenggalek Tetapkan Bupati dan Wabup Terpilih Dua Hari Setelah BRPK MK Keluar

Baca juga: Tim DVI Polda Jatim Ambil Sampel DNA Keluarga Korban Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

“Harapannya nanti nilai jualnya bisa lebih tinggi daripada produk biasa nonorganik,” sambung Mas Ipin.

Selain itu, Pemkab Trenggalek juga merencanakan konsolidasi lahan untuk pertanian skala besar yang memanfaatkan teknologi.

Mekanismenya nanti, kata Mas Ipin, lewat pengelolaan kelompok petani.

“Komoditinya bisa berbagai macam. Khususnya yang selama ini kita masih banyak impor seperti jagung atau kedelai,” tutur Mas Ipin.

Editor: Dwi Prastika

Baca juga: Kantor Imigrasi Ponorogo Tutup Layanan Selama Sepekan, Sejumlah Pengunjung Balik Kanan

Baca juga: Klaster Keluarga Banyak Sumbang Kenaikan Kasus Covid-19 di Trenggalek, Warga Diminta Terapkan Prokes

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved