Breaking News:

Respon Zona Merah Covid-19, Pejabat Pemkab Nganjuk Diinstruksikan Turun ke Masyarakat Pantau Prokes

Respon Kabupaten Nganjuk sebagai zona merah Covid-19, Bupati Nganjuk instruksikan seluruh pejabat urun langsung ke masyarakat.

SURYA/Achmad Amru Muiz
Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, M Yasin. 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Respon Kabupaten Nganjuk sebagai zona merah Covid-19, Bupati Nganjuk instruksikan seluruh pejabat mulai Kepala Dinas, Kepala Badan atau Kepala Kantor turun langsung ke masyarakat.

Mereka ditugaskan melakukan monitoring penerapan disiplin protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nganjuk, M Yasin mengatakan, instruksi Bupati Nganjuk dituangkan dalam Surat Sekda nomor 061.2/89/411.030/2021 tertanggal 13 Januari 2021 perihal Monitoring Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan.

"Kami mengharapkan dengan instruksi dari Bapak Bupati Nganjuk menyikapi status Zona Merah Covid-19 di Kabupaten Nganjuk dilaksanakan dengan maksimal dalam rangkap pengendalian penambahan kasus positif Covid-19," kata Yasin, Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, Bupati Nganjuk Keluarkan SE Penyesuaian Sistem Kerja ASN Pemkab Nganjuk

Baca juga: Imbangi Pelaksanaan PPKM Daerah Lain, Satgas Covid-19 Nganjuk Berkeliling Imbau Warga Patuhi Prokes

Dijelaskan Yasin, pihaknya meminta Kepala Perangkat Daerah untuk melakukan pemantauan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan pembagian wilayah kecamatan.

Dimana ada tiga poin tugas kepada Kepala Perangkat Daerah, yakni mengadakan monitoring penerapan protokol kesehatan pada kecamatan yang menjadi tanggungjawabnya sesuai pembagian tugas.

Selanjutnya, ungkap Yasin, Kepala Perangkat Daerah diminta berkoordinasi terkait upaya yang dilakukan dalam rangka penerapan protokol kesehatan pada kecamatan yang menjadi tanggungjawabnya sesuai pembagian tugas. Dan Kepala Perangkat Daerah ditugaskan memberikan pelaporan hasil pelaksanaan tugas kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah

"Tugas yang diberikan kepada Kepala Perangkat Daerah tersebut sudah cukup jelas dan bisa dilaksanakan sebagai upaya kita semua dalam pencegahan peningkatan jumlah kasus Covid-19," tandas Yasin.

Memang, diakui Yasin, bertambahnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk diduga akibat rendahnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan.

Baca juga: Positif Covid-19 di Nganjuk Tembus 1.348 Kasus Hari Ini, Tim Gabungan Gencarkan Operasi Yustisi

"Dan kebijakan menggerakkan perangkat daerah memantau disipilin protokol kesehatan merupakan respon atas penurunan disiplin protokol kesehatan masyarakat Nganjuk tersebut," imbuh Yasin.

Sementara itu, tambah Yasin, menurunya kedisiplinan warga Kabupaten Nganjuk dalam penerapan disiplin Prokes pencegahan Covid-19 terlihat dalam data hasil Monitoring Kepatuhan Protokol Kesehatan di Jawa Timur yang dirilis oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, 3 Januari 2021.

Dimaan dalam data yang dimuat di laman covid19.go.id terungkap Kabupaten Nganjuk menempati peringkat ke delapan terbawah diantara 38 Kabupaten atau Kota di Jawa Timur dalam hal persentase kepatuhan memakai masker.

"Sedangkan persentase kepatuhan menjaga jarak atau menghindari kerumunan di Kabupaten Nganjuk berada pada peringkat 11. Dan peringkat itu diharapkan bisa terus diperbaiki untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Nganjuk," tutur Yasin. (SURYA/Achmad Amru Muiz) 

Editor: Pipin Tri Anjani

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved