Breaking News:

Blusukan ke Kampung Eks Gepeng, Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pasuruan Dicurhati Hal Ini

Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto dan Yuni Kusuma Winahyu mengunjungi kampung eks Gelandang & Pengamen (Gepeng) di Desa Prodo,

(Surya/Galih Lintartika)
Sugiarto (kiri) bersama Yuni (kanan) saat melihat langsung salah satu masyarakat (tengah) atau penghuni di kampung eks gepeng yang sedang praktek membuat keset dari bahan kain bekas. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiarto dan Yuni Kusuma Winahyu mengunjungi kampung eks Gelandang & Pengamen (Gepeng) di Desa Prodo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (13/1/2021).

Mereka datang bersama sejumlah stakeholder diantaranya Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan, dan Perangkat Desa.

Dalam kunjungannya, dua wakil rakyat ini mendapatkan banyak pesan dari teman - teman eks gepeng yang tinggal di sini.

Mereka adalah mantan gepeng yang ditampung menjadi satu melalui program "Desaku Menanti" Kementrian Sosial (Kemensos) RI.

Kini mereka sudah tidak lagi menjadi gelandangan dan pengamen. Mereka sudah dibina dan dibekali keahlian untuk bisa bekerja tanpa harus menjadi gelandangan dan pengamen.

Nur Sholeh, pendamping di Kampung Eks Gepeng ini menjelaskan, mindset atau pola pikir 50 Kepala Keluarga (KK) ini sudah sedikit berubah. Kemiskinan itu kan hanya soal pola pikir saja.

Baca juga: DAFTAR TERBARU Biaya Haji 2021, Embarkasi Surabaya Berapa? Bakal Ada 3 Alternatif Pemberangkatan

Baca juga: BREAKING NEWS: Mantan Kapolda Jatim Untung Suharsono Radjab Meninggal Dunia

Baca juga: Silaturahmi Dengan Panitia Kongres Sunda, Ketua DPD RI RI LaNyalla Dapat Gelar Akang

"Jadi, kami berusaha melakukan pendekatan secara spiritual, yakni kegiatan keagaman. Kami harus menumbuhkan kepercayaan kepada teman - teman untuk bisa bangkit dan bekerja tanpa harus menjadi gepeng," kata dia kepada TribunJatim.com.

Dia menjelaskan, kepercayaan dan optimisme ini sudah tumbuh, sehingga teman - teman bisa bertahan hidup sampai sekarang. Mereka percaya diri, tanpa menjadi gepeng, tetap bisa mendapatkan uang.

Nah, di sisi lain, kata dia, pihaknya selalu berusaha menyampaikan ke pihak - pihak luar seperti dinas dan kementrian terkait keinginan yang dibutuhkan, terutamanya untuk pemberdayaan ekonomi.

"Jadi, saya selalu berusaha menyerapnya dari bawah. Apa yang mereka mau, saya yang menyampaikan. Kalau hanya dikasih modal, tanpa ada pendampingan, ya percuma. Konsep pemberdayaannya tidak akan jalan," jelas dia.

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved