Dewan Sebut Taman Hutan Kota Batu Perlu Tanaman Toga, Bisa Jadi Daya Tarik Kedua Setelah Alun-alun

Dewan sebut Taman Hutan Kota Batu perlu ditanami tanaman toga agar bisa menjadi daya tarik kedua setelah alun-alun.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan berdialog dengan Sudjono Jonet (membelakangi kamera) saat inspeksi yang dilakukan oleh DPRD Kota Batu di Taman Hutan Kota Batu, Rabu (13/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU - Tanaman di Taman Hutan Kota Batu harus diperkaya lagi, terutama untuk tanaman toga.

Taman Hutan Kota Batu awalnya didesain menjadi taman sehat, karena menyatu dengan area komplek olahraga.

Sayangnya, taman sehat itu tidak ditopang oleh keberadaan tanaman toga.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kota Batu, Sudjono Jonet setelah menggelar inspeksi bersama anggota Komisi C DPRD Kota Batu di seputaran kawasan Jalan Sultan Agung dan Taman Hutan Kota Batu, Rabu (13/1/2021).

Taman Hutan Kota Batu terletak di lingkungan olahraga. Ada Stadion Brantas, GOR Gajah Mada, dan kantor KONI Batu yang memiliki sejumlah tempat olahraga seperti tinju.

Dikatakan Jonet, DPRD Kota Batu telah memberikan banyak masukan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Aries Setiawan mengenai penataan taman di Kota Batu, termasuk Taman Hutan Kota Batu. Khususnya mengenai perlunya memperjaya jenis tanaman khas toga di Taman Hutan Kota Batu.

Baca juga: Kepala Bagian Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Kota Batu Bantah Penyitaan Dokumen dari Kantornya

Baca juga: DPUPRPKP Kota Malang Meminta Maaf Atas Jalan Berlubang di Jalan Gajayana yang Timbulkan Kemacetan

“Tentang Taman Hutan Kota Batu ini, berada di kawasan olahraga. Olahraga adalah kesehatan, maka akan lebih bagus ketika taman ini tidak jauh konsepnya dengan hal kesehatan,” ujar Jonet.

Memperkaya tanaman toga diharapkan bisa menjadi daya tarik agar masyarakat datang ke taman. Jika itu bisa terwujud, Taman Hutan Kota Batu diharapkan bisa menjadi alternatif pilihan warga atau wisatawan untuk berwisata.

“Tidak hanya itu, bagaimana tempat ini menjadi daya tarik kedua setelah alun-alun. Ketika ini menjadi daya tarik, itu akan menguntungkan secara ekonomi juga,” kata politisi Nasdem itu.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari menambahkan perlunya juga perbaikan di taman kawasan Jalan Sultan Agung.

Baca juga: Pasar Tidak Terkena Pembatasan PPKM di Kabupaten Malang, Penerapan Protokol Kesehatan Diperketat

Baca juga: Tinjau Langsung Jembatan Ambrol di Bandulan, Wali Kota Malang: Memang Curah Hujan Deras dan Lama

Khamim mengharapkan kawasan tersebut bisa dibuat seperti kawasan Jalan Ijen di Kota Malang.

“Terutama terkait penataan bunga. Taman Hutan Kota Batu juga perlu direhab biar ada pengkayaan tanaman dan juga edukasinya,” paparnya.

Berdasarkan pengalamannya kunjungan kerja ke Surabaya dan Balikpapan, taman-taman di sana banyak dikelola oleh warga asal Kota Batu. Dari pengalaman itu, semestinya penataan taman di Kota Batu bisa lebih baik lagi. Dikatakan Khamim, memang diperlukan SDM yang secara khusus memiliki kapasitas penataan taman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved