Breaking News:

Dua Hari Digempur Gelombang Demo Warga Korban Banjir, Dinas Terkait Baru Bergerak 

Dua hari ini Lamongan Jawa Timur diguncang gelombang demo. Warga dan mahasiswa sehari sebelumnya melakukan aksi di Gedung DPRD dan Pemkab Lamongan

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Hanif Manshuri
Demo warga Lamongan soal banjir 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Dua hari ini Lamongan Jawa Timur diguncang gelombang demo. Warga dan mahasiswa sehari sebelumnya melakukan aksi di Gedung DPRD dan Pemkab Lamongan

Kini ratusan warga Kecamatan TuriLamongan, Jawa Timur melakukan aksi serupa di Kantor Kecamatan Turi,  Kamis (14/1/2021).
Aksi warga ini dipicu oleh musibah banjir yang menggenangi rumah dan desa mereka sejak tiga pekan terakhir ini hingga melumpuhkan sendi ekonomo dan aktivitas perkantoran, seperti di Desa Tiwet.

Warga menununtut percepatan penanganan banjir di Lamongan. Massa  menggelar demonstari di kantor kecamatan itu geram lantaran banjir luapan anak sungai Bengawan Solo yakni sungai Bengawanjero tak kunjung ada penanganan dari pemerintah.

Baca juga: Syekh Ali Jaber Ternyata Pernah Jadi Pemain Sepak Bola, Arema FC Sebut Berdedikasi dan Inspirasi

Massa yang menduduki Pendopo Kecamatan sempat ricuh. Saat itu salah seorang warga menyampaikan pendapat, namun ada warga lain yang menyela dan berbicara dengan nada tinggi. 

Itu menyebabkan ketegangan dan kericuhan tak terhindarkan. Beruntung insiden tersebut cepat dilerai oleh petugas dan warga lainya, sehingga situasi kembali kondusif.

Dinas PU dan Sumber Daya Air (PU-SDA) Pengairan cepat merespon, janji sore ini akan menurunkan alat berat ke desa warga. 

Ada beberapa tuntutan pendemo yang harus di respon cepat oleh dinas terkait dan pemerintah, pendemo mematok dead line  tiga haru untuk segera melakukan tindakan penenganan banjir.

Dan diantara tuntutan pendemo adalah peninggian jalan ruas kecamatan. "Kemlagilor hingga Jembatan Kiringan,  Arah Brasan sampai Kepudibener, jalan Desa Putat Kumpul, jalan Dusun Kedung Desa Kemlangilor," kata salah satu pendemo saat berorasi.

Pemkab perlu Menambah dua pompa air 20 dim yang ada di Bendungan Kuro, optimasilasi mesin dan pekerja yang bentugas di pembuangan air.

Sampai yang paling ekstrim mengganti  semua kerugihan yang dialami petani tambak lantaran gagal panen.
Meski sempat diwarnai kericuhan, demo akhirnya mendapat respon dari Dinas PU dan Sumber Daya Air (PU-SDA) Lamongan melalui Kabid Operasi dan Pemeliharaan, Jadi. Dan dijanjikan dalam wakti dekat pihaknya akan melakulan pembersihan eceng gondok di Desa Kemlagilor.

"Nanti sore akan saya kerahkan alat berat untuk membersihkan eceng gondok. Untuk jangka panjang kami akan lakukan normalisasi Bengawanjero InsyaAllah tahun ini kita laksanakan," ungkap Jadi.

Janji serupa disampaikan  Kabid Pengelolahan Jalan Dinas PU Bina Marga, Dandoko, bahwa pihaknya sudah merencanakan peninggian jalan poros kecamatan, termasuk di Turi.

"Semua aspirasi sudah saya tampung,  termasuk peninggian jalan poros kecamatan dan poros desa, rencananya akan kami lakulan pembenahan di ruas jalan kecamatan Desa Sukorejo hingga jembatan Kiringan," ungkapnya.

Camat Turi,  Suja'i mengaku jika wilayahnya menjadi kecamatan terparah dibandingkan kecamatan lainada desa yang terisolir karena banjir.
"Ada 8 desa di Turi yang tergenang banjir parah dan ada juga yang sampai terisolir," katanya. (Hanif Manshuri)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved