Breaking News:

Intensitas Gravitasi Data Diperkirakan Meningkat Dua Kali Lipat Setiap Tahun

Digital Realty, penyedia layanan global untuk solusi data center, colocation dan interkoneksi yang bersifat cloud-and-carrier-neutral, telah menerbitk

istimewa
Digital Realty, penyedia layanan global untuk solusi data center, colocation 

"Kami memperluas jangkauan temuan Data Gravity Index dengan menyertakan analisis dari 23 industri dan 32 kota metropolitan tambahan agar menghasilkan berbagai insight untuk membantu para pemimpin bisnis dalam membuat keputusan strategis mengenai lokasi yang akan dipilih untuk menempatkan data mereka," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Joshua Burgin, General Manager, AWS Outposts, Amazon Web Services, Inc, menegaskan, dengan AWS Outposts, para pelanggan mendapatkan manfaat dari pengalaman yang konsisten,baik di lingkungan on-premise maupun cloud. Data Gravity Index menunjukkan pentingnya kedekatan ke data set, dan dengan AWS Outposts, para pelanggan dapat menghadirkan layanan, API, dan tool Amazon Web Services (AWS) di mana pun mereka membutuhkannya baik untuk data kependudukan, performa dengan latensi yang sangat rendah, pemrosesan data secara lokal, ataupun saat melakukan modernisasi.

“Begitu pula, Platform DIGITAL menghadirkan pengalaman implementasi global AWS Outposts yang konsisten di lokasimana pun yang dipilih oleh pelanggan. Dengan menggunakan Digital Realty Data Hub dan AWS Outposts, para pelanggan dapat mengintegrasikan data yang bersumber dari publik ataupun privat, di pusat pertukaran data mereka, dengan pengalaman hybrid yang benar-benar konsisten,” ungkapnya.

Data Gravity Index, menurut Tony Paikeday, Sr. Director AI Systems, NVIDIA, telah menegaskan bahwa lokasi komputasi AI harus menjadi pertimbangan yang strategis bagi tim IT dan data science. Data Hub dari Digital Realty yang diperkuat oleh sistem NVIDIA DGX A100 di Platform DIGITAL memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk melakukan iterasi dan eksperimentasi bervolume tinggi, sembari membangun aplikasi berbasis AI yang paling efektif, tanpa perlu mengalami perlambatan dan bertambahnya biaya akibat gravitasi data.

Sementara Mark Cusack, CTO, Data Yellowbrick, mengatakan, sebagai satu-satunya data warehouse modern untuk hybrid cloud di dunia, Yellowbrick Data memungkinkan enterprise menganalisis data secara real-time baik di cloud maupun di on-premise, untuk mengekstraksi insight yang diperlukan untuk memberdayakan bisnis digital saat ini.

Temuan terbaru dari Data Gravity Index member gambaran betapa pentingnya bagi perusahaan untuk mendesain gravitasi data mereka, sehingga tidak menghambat pertumbuhan bisnis digitalnya.

“Berkolaborasi dengan Digital Realty, kami membantu perusahaan-perusahaan memanfaatkan hybrid IT generasi terbaru dan lokalisasi data untuk menghasilkan value yang member diferensiasi, meningkatkan kemampuan bisnis, dan mengatasi hambatan yang disebabkan oleh gravitasi data,” jelas Mark.

Joe Zhu, Founder dan CEO, Zenlayer, menambahkan, saat ini memiliki lebih dari 185 edge data center di seluruh dunia, tapi diproyeksikan akan tumbuh menjadi 400-500 edge data center pada 2023. Temuan dari Data Gravity Index akan membantu untuk semakin mendunia dan menghasilkan value jangka panjang bagi para konsumen.

“Kerjasama kami dengan Digital Realty membuat kami dalam menginterkonesikan work flow digital dari edge ke core dan ke cloud, di pusat pertukaran data di Platform Digital," tandas Joe.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved