Breaking News:

Kota Mojokerto Akan Bangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja pada 2022 Mendatang

Kota Mojokerto akan membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) pada tahun 2022 mendatang.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Kepala Bappedalitbang Kota Mojokerto, Agung Moeljono dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Mojokerto Tahun 2022 di Pendopo Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk 50, Kota Mojokerto, Rabu (13/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Pemerintah Kota Mojokerto melalui Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) akan membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) pada tahun 2022. 

Rencana pembangunan IPLT tersebut sesuai program kerja Bappedalitbang Kota Mojokerto, yang tertuang dalam rencana awal terkait Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022.

Informasinya, proyek strategis pembangunan IPLT dari anggaran APBN sebanyak Rp 15 miliar itu nantinya akan menempati lahan seluas empat hektare dan jauh dari permukiman penduduk di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjelaskan, pembangunan IPLT adalah proyek strategis yang merupakan bagian dari program prioritas Kota Mojokerto di masa depan pada tahun 2022.

"Ini merupakan proyek strategis hadiah dari pemerintah pusat karena di penghujung tahun 2020 kemarin kita meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award dari Kementerian Kesehatan," ungkapnya saat kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2022 di Pendopo Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk 50, Kota Mojokerto, Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Banjir Selama 13 Hari Rendam Tempuran Mojokerto, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Diterapkan

Baca juga: Bantu Ringankan Beban, BNI Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Tempuran Mojokerto

Ning Ita, sapaan Ika Puspitasari, menuturkan penghargaan STBM berkelanjutan yakni sebagai Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).  

"Kota Mojokerto mampu membuktikan sebagai daerah bebas dari perilaku masyarakat yang sengaja buang air besar di sembarang tempat," jelasnya.

Pencapaian prestasi di penghujung tahun 2020 itu berbuah manis dan membawa berkah karena Kota Mojokerto akhirnya ditunjuk sebagai lokasi strategis pembangunan IPLT oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya akan membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) tujuannya untuk mengurangi pencemaran dari limbah tinja dan mewujudkan lingkungan kota bersih, sehat dan nyaman saat menjalani tatanan normal baru (new normal)," ucap Ning Ita.

Baca juga: RSUD Grati Pasuruan Punya Mesin Pemulasaran Jenazah Covid-19, Keluarga Pasien Bisa Lihat Prosesnya

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Sulap Fasum dan Fasos Tak Terurus Jadi Taman Cantik Hingga Area Main Skateboard

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved