Breaking News:

Warga Muhammadiyah dan RSM Lamongan Berduka, dr Muhammad Syamsu Dluha Meninggal

Seorang dokter milik Muhammadiyah Lamongan, dr Muhammad Syamsu Dluha meninggal di ICU setelah dirawat selama sepekan akibat terpapar Covid-19, Kamis

istimewa
Almarhum dr Syamsu Dluha 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Warga Muhammadiyah Lamongan dan Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) berduka.

Seorang dokter milik Muhammadiyah Lamongan, dr Muhammad Syamsu Dluha meninggal di ICU setelah dirawat selama sepekan akibat terpapar Covid-19, Kamis (14/1/2021).

Sebelas hari sebelumnya, kakak HM Hannas Suhanto yang Ketua Pengurus Panti Asuhan Yatim Al-Mizan Lamongan meninggal dunia karena Covid, Minggu (3/1/2021).

Selama Hannas dalam perawatan, Syamsu Dluha ikut mendampingi Hannas selama enam hari di ICU RSML. Diduga Dluha terpapar saat mendampingi sang kakak.

Dokter yang dikenal santun dan agamis ini sudah tujuh tahun mengabdi di RSML. Jabatan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan adalah Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) periode 2015-2020 dan Tim Pendamping Akreditasi Klinik Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PDM Lamongan.

Baca juga: Sosok Syekh Ali Jaber yang Meninggal Dunia, Kenalkan Quran Braile Digital dan Istrinya Asal Lombok

Baca juga: Dicoret dari Daftar Penerima BPNT, Nenek di Tuban Menangis Mengaku Tak Punya Beras, Tak Mampu Beli

Baca juga: Syekh Ali Jaber Tinggalkan Bayi yang Masih Dikandung Istri, Anak Sulung Kuak Pesan Terakhir: Jaga

Sekretaris MPKU PDM Lamongan, HM Zuhdi Mukromin, mengungkapkan, almarhum termsuk pekerja keras. Selama mendampingi klinik-klinik Muhammadiyah dalam menghadapi akreditasi, Dluha cukup telaten, komunikatif, dan serius.

“Ia sangat komitmen menjadikan amal usaha Muhammadiyah (AUM) kesehatan yang Islami,” kata Zuhdi kepada TribunJatim.com.

Sementara itu Sekretaris Majelis Pendidikan Kader (MPK) PDM Lamongan, Mubarok MZ menjelaskan, Syamsu Dluha adalah lulusan Baitul Arqam karyawan RSM Lamongan tahun 2017.
Ia dikenal peserta yang aktif dan disiplin. Dalam berbagai diskusi, pandangan dan komitmen berislam, bermuhammadiyah dan memajukan RSML sangat baik. "Ibadahnya rajin. Ia supel dan mudah bergaul,” ungkapnya kepada TribunJatim.com.

Senada, Wakil Ketua Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Kesehatan Indonesia (PKFI) Lamongan, Yatno menambahkan, dokter dluha usianya masih cukup muda. Namun , b bisa jad panutan di PKFI.

"Kepribadiannya hebat pada saat terjun dalam pendampingan klinik. Supel, sabar, dan enak diajak kerja sama,” katanya.

Yatno dan teman sejawat di Muhammadiyah meras kehilangan sosok dokter yang punya kemauan membimbing klinik - klinik milik persyarikatan Muhammadiya Lamongan.

Samsu Dluha adalah anak pasangan Randim Roesanto dan Lilik Chusniyah. Ia anak terakhir dari enam bersaudara. Yaitu M.Hannas Suhhamto, Heru Budihanto, Yayuk Rahmawati, Elliya Fatmawati, M. Andik Yanziar Khomisi Putra.(hanif/TribunJatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved