Breaking News:

9 Hari Bertugas di Lamongan, AKBP Miko Diuji Demo dan Banjir

Tepat sembilan hari, AKBP Miko Indrayana menjabat sebagai Kapolres Lamongan menggantikan AKBP Harun yang pindah tugas sebagai Kapolres Bogor.

surya/Hanif Manshuri
Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana membantu sembako untuk korban banjir di Glagah dan Karangbinangun, Minggu (17/1/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Tepat sembilan hari, AKBP Miko Indrayana menjabat sebagai Kapolres Lamongan menggantikan AKBP Harun yang pindah tugas sebagai Kapolres Bogor.

Selama kurun waktu sembilan hari itu, pada hari kelima, AKBP Miko Indrayana diuji kesabarannya dengan gelombang demo dari warga korban banjir bersama para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang bergerak di Gedung DPRD dan Kantor Pemkab Lamongan, pada Rabu (13/1/2021).

Kini orang nomor satu di Polres Lamongan masih dihadapkan dengan ujian kondisi banjir yang masih dirasakan warga di 6 kecamatan.

Kenyataan ini menjadi konsentrasi Miko untuk perduli terhadap korban banjir.

Anggota dijajaran Polsek dan polres dilibatkan bersama TNI untuk membantu korban banjir, upaya bersih - bersih eceng gondok dari hulu hingga hilir yang berlangsung sampai Selasa (19/1/2021).

"Keamanan juga menjadi perhatian kita. Termasuk mengingatkan warga untuk tidak abai prokes, karena Covid -19 masih menyebar, " kata Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana kepada TribunJatim.com, Minggu (17/1/2021).

Untuk meringankan beban warga korban banjir, laki - laki asal Semarang ini juga membantu berupa sembako di 7 desa di Kecamatan Glagah dan 10 desa di Kecamatan Karangbinangun.

Baca juga: Gara-gara Covid-19, Mulai Besok, Bupati Bangkalan Tutup 11 Kantor Pemerintahan Selama 5 Hari

Baca juga: Pajak PBB di Surabaya Tahun ini Tidak Naik, Ini Penjelasannya

Baca juga: Dugaan Penyusupan Kapal Survei China, Ketua DPD RI, LaNyalla: Warning Bagi Pertahanan Negara

AKBP Miko Indrayana berharap dengan bantuan ini akan meringankan beban masyarakat korban banjir. Ia juga berharap masyarakat korban banjir untuk selalu bersabar menghadapi musibah ini.

Banjir akibat curah hujan tinggi ini, kata Miko tidak dibiarkan begitu saja oleh Forkopimda. Pemerintah daerah bersama dinas terkait, TNI - Polri berupaya untuk mencarikan solusi agar banjir bisa diatasi, minimal mengurangi genangan yang terjadi di wilayah dataran rendah.

Diantaranya, telah dilakukan pembersihan eceng gondok di sepanjang aliran anak sungai, pompanisasi di pintu air yang ada di Glagah serta sudah dibukanya sluis Kuro untuk dialirkan ke Bengawan Solo.

Sedang untuk kepentingan kesehatan bagi warga korban banjir, Pemerintah Daerah telah mendirikan Pos Kesehatan di wilayah terdampak banjir.

"Manfaatkan pos kesehatan, jika ada yang merasa terganggu kesehatannya," katanya.

Memberi bantuan di wilayah banjir di Lamongan ini, bagi Miko bukan yang pertama, sebelumnya ia bersama anggota Forkopimda turun menyusuri lokasi banjir dengan menunggang motor trail ke beberapa titik, termsuk ke Lak Kuro.(Hanif Manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved