Breaking News:

Jika Tak Penuhi Panggilan Polisi, Oknum PNS Pemkab Sumenep Akan Ditangkap Paksa

Polisi telah menjadwalkan pemanggilan terhadap oknum PNS di lingkungan Pemkab Sumenep, Madura untuk diperiksa terkait dugaan penganiayaan

Tribunnews.com
Ilustrasi penganiayaan terhadap seorang pria 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Polisi telah menjadwalkan pemanggilan terhadap oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS)  di lingkungan Pemkab Sumenep, Madura untuk diperiksa terkait dugaan penganiayaan terhadap warga sipil bernama Alwi Bil Faqih besok, Selasa (19/1/2021).

"Kami menjadwalkan pemanggilan hari Selasa besok, (19/1/2021)," kata Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Dhani Rahadian Basuki pada TribunMadura.com, Senin (18/1/2021).

AKP Dhani Rahadian Basuki mengaku tidak masalah, jika surat panggilan terhadap oknum PNS yang menjabat sebagai Kabid di Disparbudpora Sumenep ini misal tidak diresponnya.

Namun, pihaknya menegaskan jika nanti tim Satreskrim Polres Sumenep akan menjemput paksa atau menangkap terlapor Subiyakto (50) warga Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Madura itu.

"Kalau dipanggil tidak datang ya ditangkap, dijemput paksa nanti," tegasnya kepada TribunJatim.com.

Sebelumnya, dikonfirmasi korban bernama Alwi Bil Faqih, mengaku sudahmelaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Sumenep.

Baca juga: Penganiaya Pacar di Surabaya Yang Sempat Viral Mengaku Cemburu

Baca juga: VIRAL Suara Misterius Minta Tolong di Tengah Laut saat Penyisiran Sriwijaya Air, Perekam: No Editan

Baca juga: 5 Arti Mimpi Datang Bulan, Bisa Pertanda Baik & Buruk, Dapat Momongan hingga Ada Barang yang Hilang

Sesuai tanda bukti laporan polisi nomor TBL-B /11/Res. 1.6/2021/ Reskrim/SPKT Polres Sumenep tertanggal 13 Januari 2021.

Terlapor bernama Subiyakto, alamat di Jalan Aquarius Perumahan Satelit Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep.

Isi dalam tanda bukti LP tersebut, tentang perkara tindak pidana penganiayaan sebagai mana yang dimaksud dalam pasal 351 KUHP Pidana.

"Saya berharap kasus ini diusut sampai tuntas, dan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai Undang - Undangan yang berlaku," kata korban, Alwi Bil Faqih saat dikonfirmasi pada hari Jumat (15/1/2021).

Terpisah, saat dikonfirmasi oleh TribunMadura.com, Kabid Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Sumenep, Subiyakto mengaku kejadian tersebut. Namun, dirinya mengelak jika tidak melakukan pembacokan terhadap korban.

"Tidak melakukan pembacokan, tapi saat naik mobil ada pengendara main HP nyerempet mobil (mobil yang dinaikinya)," kata Subiyakto kepada TribunJatim.com.

Begitu tahu menyerempet mobil yang dinaikinya, Subiyakto mengaku sepontan keluar dari mobil untuk menghajar dengan tangannya.

"Misal dilaporkan dengan pembacokan tidak apa - apa, silahkan dibuktikan saja. Saya banyak saksinya, karena saya tidak sendirian di mobil," ngakunya. (Ali S/Tribunjatim.com)

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved