Breaking News:

Viral Video Penangkapan Tersangka Kasus IT di Sidoarjo, Begini Tanggapan Polisi

Video penangkapan dua orang tersangka kasus IT oleh petugas Sat Reskrim Polresta Sidoarjo beredar viral di media sosial, Senin (18/1/2021).

Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
M Taufik/Surya
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif saat menunjukkan foto-foto dan menjelaksan kronologi perkara 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Video penangkapan dua orang tersangka kasus IT oleh petugas Sat Reskrim Polresta Sidoarjo beredar viral di media sosial, Senin (18/1/2021).

Anak tersangka menggunakan akun Instagram @sintaangelica merekam proses penangkapan di rumahnya dan menyiarkan secara live. Terlihat ada upaya penolakan penangkapan dan sebagainya dalam video tersebut.

Sempat juga terlihat aksi tarik menarik antara petugas kepolisian dengan tersangka dan keluarganya. Pihak keluarga terus berusaha menolak, namun polisi tetap memaksa melakukan penangkapan.

Dalam video juga terlihat pemegang ponsel yang sedang live sambil menangis. Keluar rumah dan sempat minta tolong ke warga terkait penangkapan yang dilakukan petugas kepolisian kepada orangtuanya.

Beberapa waktu kemudian, akun yang sama menyiarkan secara live dirinya menuju kantor polisi. Di dalam mobil, perempuan itu menceritakan beberapa kronologi terkait video yang dipostingnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, dua tersangka yang ditangkap petugas itu adalah Guntual Laremba dan Tuty Rahayu. Mereka pasangan suami istri yang sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh petugas Sat Reskrim Polresta Sidoarjo sejak tahun 2019 silam.

Baca juga: Ini Komentar PT Hexamitra Charcoalindo Gresik Belum Berikan Santunan keluarga Korban

Baca juga: 300 Titik Lubang di Jalan Nasional Mojokerto-Jombang Belum Ditambal, Waspada Saat Melintas

Baca juga: HOAKS Kasdim 0817 Gresik Meninggal Usai Vaksinasi Covid-19, Ini Fakta Foto yang Viral di Whatsapp

Dikonfirmasi terkait perkara ini, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif menyebut bahwa Guntual dan istrinya memang sudah lama ditetapkan menjadi tersangka dengan jeratan pasal 45 ayat 3 jo Pasal 37 ayat 3 tentang ITE, atau Pasal 310 KUHP jo 207 KUHP atau 316 ayat 1.

“Sudah ditetapkan jadi tersangka sejak tahun 2019. Bahkan, pada 29 Oktobet 2019 perkaranya sudah P21. Namun selama ini tidak pernah ditahan, karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun,” kata Kompol Wahyudin Latif kepada TribunJatim.com.

Untuk proses tahap 2 atau penyerahan ke Kejaksaan, pihaknya perlu menghadirkan tersangka.

“Namun tersangka tidak kooperatif. Dua kali kami panggil, tanggal 6 Februari 2020 tidak hadir dan 7 Juli 2020 tidak ada tanggapan,” tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved