Breaking News:

Bangkitkan Bisnis Pariwisata, Wong Dolan Community Adakan Grebek Banyuwangi

para pelaku usaha Travel Agent yang tergabung dalam Wong Dolan Community (WDC) mengadakan Famtrip Grebek Banyuwangi.

istimewa
Seorang sedang foto dalam acara Famtrip Grebek Banyuwangi. 

Reporter : Yoni Iskandar I Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tak ingin terus terpuruk karena Pandemi Covid-19, para pelaku usaha Travel Agent yang tergabung dalam Wong Dolan Community (WDC) mengadakan Famtrip Grebek Banyuwangi.

Dalam kegiatan yang diadakan 12-14 Januari 2021 itu diikuti 175 peserta yang terdiri dari 115 perwakilan Travel Agent (TA), 50 vendor dan 10 panitia.

Dalam perjalanan dari Surabaya itu mengunjungi beberapa obyek wisata diantaranya De Djawatan, Air Terjun Jagir, Taman Nasional Baluran, dan Pantai Bohay.

“Teman-teman pariwisata ini sudah rindu dan berhutang banyak terhadap keberangkatan wisata yang tertunda. Dan kami juga sadar bahwa kondisi sekarang ini mau tidak mau, harus mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Wisata itu bisa menaikkan immun lho, dan itu sangat penting untuk kondisi sekarang. Oleh karena itu, kami terpacu untuk membuat langkah inovatif bagaimana caranya masyarakat bisa tetap wisata tanpa melanggar aturan kesehatan. Kami sebagai pelaku usaha juga bisa kembali memutar roda ekonomi,” jelas Mochammad Syafi’i, Ketua Panitia Famtrip Grebek Banyuwangi.

Salah satu cara inovatif yang dilakukan adalah mempertemukan para pemilik TA dari Jawa Timur, Madura, Kalimantan, Lombok, Jawa Tengah, Jakarta, Bandung dan Bali dengan para vendor yang berasal dari Bali, Jogja, Malang dan Surabaya dalam Famtrip ke Banyuwangi. Yang membuat istimewa adalah, selama perjalanan yang menggunakan armada Bus diisi dengan kegiatan Run Table Top.

“Kalau dulu sebelum pandemi, Table Top yang mempertemukan vendor dan TA diadakan di Ballroom Hotel atau Restoran dengan waktu yang terbatas, tapi sekarang vendor secara bergiliran ikut dalam bus yang berisi perwakilan TA. Bayangkan, selama 3 hari para perwakilan TA bisa tanya banyak hal ke vendor. Tujuannya apa, biar mereka bisa diskusi sekaligus menanyakan program dan promo yang ditawarkan para vendor,” tambah Syafi’i.

Diakui bahwa sekarang ini bukan kondisi yang mudah bagi pelaku TA untuk bisa bertahan hidup. Itu sebabnya perlu komunikasi dan lobi-lobi dengan vendor selaku penyedia jasa yang menunjang sektor pariwisata agar masyarakat bisa kembali wisata dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

Baca juga: Buntut Pesta Ulang Tahun di Singapore Waterpark Tulungagung, Melanggar Prokes, 12 Orang Didenda

Baca juga: Sosok Ribka Tjiptaning, Politisi yang Ragukan Vaksin Covid-19, Pernah Disanksi Soal Ayat Tembakau

Baca juga: Syahrini Kalap Ditemani Reino Barack Belanja, Borong Sendok Kayu di Jepang, Nggak Ngerti Lagi Deh

Destinasi pertama yang didatangi adalah Banyuwangi. Kenapa memilih Banyuwangi ?

“Obyek wisata di Banyuwangi itu sangat banyak dan cantik, tidak kalah dengan Bali. Selain itu kalau ke Banyuwangi tidak perlu rapid antigen, itu untuk kondisi saat ini ya. Kita tidak tahu bagaimana kondisi ke depan. Kami juga didukung oleh Pemda setempat, Asosiasi Travel Agent Banyuwangi dan Kelompok Sadar Wisata di Banyuwangi. Mereka menyambut baik kegiatan ini, bahkan ada yang memberi fasilitas secara gratis dan diskon besar-besaran. Semua ini dilakukan agar pariwisata bisa kembali bangkit tanpa mengabaikan protokol kesehatan,” ungkap pemilik Surya Sakti Tour ini.

Halaman
12
Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved