Breaking News:

Mobil Nyungsep ke Sungai di Lumajang Usai Hindari Pemotor Jatuh

mobil yang dinaiki Sunyoto dan Angga Febri mengalami kecelakaan, yakni terjun ke sungai di Jalan Wonokerto, Kecamatan Tekung, Lumajang, Jawa Timur,

tony hermawan/Tribunjatim
Proses evakuasi mobil milik Sunyoto yang terjun ke sungai di LUmajang setelah menghindari pemotor jatuh, Selasa (19/1/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Sebuah mobil yang dinaiki Sunyoto dan Angga Febri mengalami kecelakaan, yakni terjun ke sungai di Jalan Wonokerto, Kecamatan Tekung, Lumajang, Jawa Timur, Senin malam (18/1/2021).

Kendaraan jenis minibus itu nyungsep ke sungai setelah menghindari pemotor yang jatuh dari arah berlawanan.

Kecelakaan bermula saat mobil yang dikemdui Sunyoto, warga Surabaya, melaju dari arah barat melaju ke timur. Dalam mobil itu, selain Sunyoto juga ada temannya, Angga.

Sesampainya di lokasi kejadian, dari arah timur ada motor yang melaju dengan kecepatan tinggi tiba-tiba terjatuh ketika hendak menyalip truk. Dan motor tersebut terpental hingga di depan mobil Sunyoto.

"Kami sempat nabrak ban sepeda motor yang jatuh, karena jarak sudah terlalu dekat. Terus kami banting setir ke kanan lalu oleng dan masuk sungai," kata Angga, saat ditemui ketika melakukan evakuasi mobil di lokasi, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Dokter MotoGP Sebut Cedera Marc Marquez Sulit Sembuh, Ini Sebabnya

Baca juga: Cara Dapat Bantuan PKH untuk Ibu Hamil & Anak Usia Dini Rp 3 Juta, Ini Kriteria yang Perlu Diketahui

Baca juga: Firasat Politisi Sufi Gus Dur Saat Menggandeng Kiai Asal Jember

Dalam peristiwa ini, tak ada korban jiwa. Meski demikian Sunyoto, pemilik mobil menafsir mengalami kerugian hingga Rp 20 juta. Sebab mobil bernopol L 1556 SC itu mengalami rusak parah hingga 60 persen, utamanya bemper.

"Saya tadi coba nyalakan mesin juga gak bisa nyala. Ya mudah-mudahan tidak habis banyak, yang penting kami semua bisa selamat," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Sementara terkait kejadian itu, Kapolsek Tekung, Iptu Gatot Budi mengatakan, ruas jalan tersebut memang rawan kecelakaan. Belum genap sebulan ini sudah tercatat 5 kecelakaan.

Biasanya kecelakaan akan sering terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan.

"Memang jalan di kawasan kami jalannnya licin. Terutama kalau habis hujan. Nah kemudian kami prinsipnya sudah menginformasikan ke masyarakat dengan memasang papan-papan himbauan. Semoga kejadian ini tidak terulang," pungkasnya kepada TribunJatim.com. (Tony/Tribunjatim.com)

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved