Breaking News:

Virus Corona di Madiun

2 Tempat Isolasi Covid-19 di Kota Madiun Penuh, Wali Kota Maidi Siapkan Kereta Medis Darurat PT INKA

Dua tempat isolasi di Kota Madiun penuh. Gerbong kereta yang tidak terpakai untuk digunakan sebagai ruang isolasi pasien Covid-19.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Hefty Suud
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Wali Kota Madiun, Maidi, meninjau Emergency Medical Train (EMT) di PT INKA yang rencananya akan digunakan sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19  

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Dua tempat isolasi di Kota Madiun, yakni Asrama Haji dan RSUD Kota Madiun sudah penuh.

Oleh sebab itu, Pemkot Madiun berupaya menambah tempat isolasi pasien virus Corona ( Covid-19 ). 

Rencananya, Pemkot Madiun dan PT INKA akan memanfaatkan gerbong kereta yang tidak terpakai untuk digunakan sebagai ruang isolasi pasien Covid-19.

Pada Rabu (2/1/2021), Wali Kota Madiun, Maidi meninjau gerbong isolasi yang dipersiapkan PT INKA.

Baca juga: Polres Gresik Gelar Lomba Kampung Tangguh Semeru, Dorong Semangat Masyarakat Hadapi Covid-19

Baca juga: Antisipasi Banjir di Surabaya Saat Musim Hujan, Dewan Sebut Kuncinya Kesadaran Pemkot dan Warga

‘’Hari ini Jawa Timur bagian barat, Madiun dan sekitarnya diberlakukan PPKM. Salah satu kriterianya karena ruang isolasi penuh. Saya berterima kasih sekali kepada PT INKA yang menyiapkan gerbong-gerbong kereta untuk ruang isolasi. InsyaAllah akan kita pinjam untuk Kota Madiun dan sekitarnya,’’ kata Maidi usai meninjau Emergency Medical Train (EMT) di PT INKA.

Dia menjelaskan, ada tiga trainset dengan total 24 gerbong yang rencananya akan digunakan sebagai tempat isolasi.

Rinciannya 18 gerbong untuk pasien dan enam gerbong untuk tenaga medis dan kesehatan. 

Baca juga: Reaksi Manajemen Persik Kediri Pasca PSSI Resmi Batalkan Kompetisi Liga 1 2020

Baca juga: Tak Ada Penyegelan Tempat Usaha Selama PPKM Kabupaten Malang, Kesadaran Prokes Masyarakat Membaik

Kereta medis darurat tersebut dapat menampung 252 pasien dan 72 medis.

Selain itu kereta juga dilengkapi fasilitas kesehatan, di antaranya lemari penyimpanan obat, lemari pendingin, alat bantu pernafasan dan tabung oksigen, serta peralatan kesehatan pendukung lainnya. 

‘’Alatnya lengkap semua dan memang didesain untuk itu (kebutuhan medis). Ini terus kami koordinasikan termasuk untuk tenaga kesehatan. Semoga dalam minggu-minggu ini sudah bisa digunakan,’’ jelasnya. 

Meski demikian, Maidi berharap kereta medis darurat tersebut jangan sampai digunakan. Artinya, sudah tidak ada lagi penambahan kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Madiun

‘’Kalau warga tidak patuh dan kasus terus bertambah sedang ruang isolasi penuh, apa tidak kasihan. Pemerintah memang berkewajiban menyiapkan dan ini sedang kita upayakan. Tetapi masyarakat juga harus patuh. Jangan maunya sendiri,’’ tegasnya.

Maidi menambahkan, selain fasilitas, tenaga medis juga mengalami keterbatasan. Sebab, tidak sedikit tenaga medis yang terpapar dan harus isolasi, sementara pasien terus bertambah. 

‘’Kalau masyarakat acuh, kasus semakin banyak sedang SDM dan sarananya terbatas. Artinya, penanganan tak akan berjalan maksimal. Sekali lagi, ini tanggung jawab kita bersama. Paling tidak jaga diri sendiri dan keluarga agar tidak sampai tertular. Caranya, ya dengan disiplin protokol kesehatan,’’ imbuhnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved