Breaking News:

BPBD Kabupaten Nganjuk Waspadai Banjir dan Tanah Longsor, Sebut Curah Hujan Meningkat 40 Persen

BPDB Kabupaten Nganjuk ungkap fenomena La Nina berdampak pada meningkatnya curah hujan sebesar 40 persen. Waspadai banjir dan tanah longsor.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Hefty Suud
SURYA/ACHMAD AMRU MUIZ
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat meninjau tanggul sungai Desa Plosoharjo, Kecamatan Pace yang jebol diterjang banjir beberapa waktu lalu. 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk waspadai banjir dan tanah longsor.

Pasalnya, potensi terjadinya banjir dan tanah longsor di Kabupaten Nganjuk cukup tinggi. Khususnya di wilayah lereng pegunungan dan wilayah dataran rendah.

Kepala Bidang Pencegahan atau Mitigasi dan Kesiapsiagaan BPDB Kabupaten Nganjuk, Nugroho mengatakan, adanya fenomena La Nina berdampak pada meningkatnya curah hujan sebesar 40 persen.

Dimana durasi hujan dalam waktu lama, bukan dalam volume air hujan yang besar.

Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Donor Plasma Konvalesen, Signifikan untuk Selamatkan Nyawa Pasien Covid-19

Baca juga: Pria Tua di Malang Diduga Depresi Lalu Gantung Diri, Polisi Ungkap Fakta

"Dengan intensitas hujan dalam waktu lama dengan volume besar bisa mengakibatkan terjadinya potensi bencana tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Nganjuk, sehingga diperlukan kesiapsiagaan semuanya," kata Nugroho, Rabu (20/1/2021).

Selain itu, dikatakan Nugroho, saat ini ancaman yang di akibatkan dari curah hujan menjadi kajian risiko berpotensi terjadi bencana tanah longsor di tiga kecamatan.

Yakni Kecamatan Sawahan, Ngetos, dan Loceret. Dimana ketiga Kecamatan tersebut masuk dalam wilayah rawan bencana karena berada di area Pegunungan Wilis.

Baca juga: 5 Zodiak yang Siap Keluar dari Zona Nyaman, Libra Pindah ke Tempat Baru, Aries Ambisius & Serba Guna

Baca juga: Risihnya Putri Anne, Arya Saloka Cium-Gendong Amanda Manopo, Pacar Billy Bingung: Harus Ngikuti Dong

"Berdasar data kejadian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Nganjuk November sampai dengan Desember 2020 diantaranya banjir sebanyak 68 kejadian, tanah longsor 12 kejadian dan angin kencang atau pohon tumbang sebanyak 27 kejadian," ucap Nugroho.  

Sedangkan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, menurut Nugroho, peringatan dini merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk efektifitas upaya penanggulangan bencana. 

Khususnya dalam memberikan peringatan kepada masyarakat agar dapat bertindak sesuai dengan jenis peringatan yang diberikan.

"Masyarakat dapat mengakses dan melihat info terkini serta update Prakiraan Cuaca BMKG melalui Portal Resmi BMKG Juanda Surabaya dari Twitter ataupun Instagram. Dan juga informasi melalui jaringan lokal yang sudah terbentuk melalui grup Whatsapp," ujar Nugroho.

Di Kabupaten Nganjuk sendiri, imbuh Nugroho, sekarang ini telah terbentuk 52 desa tangguh atau tim relawan desa tangguh tanggap bencana.

Para relawan itu akan tahu apa yang harus dilakukan baik sebelum terjadi bencana dan sesudah terjadi.

"Karena mereka sudah dibekali tentang kebencanaan dari mengenali potensi ancaman bencana, memitigasi diri, membuat rencana evakuasi," tutur Nugroho.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved