Breaking News:

Virus Corona di Nganjuk

Kasus Covid-19 di Nganjuk Terus Bertambah, Satgas Gelar Operasi Yustisi di Perbatasan Antar Daerah 

Penularan Covid-19 di Kabupaten Nganjuk terus bertambah. Satgas gelar operasi yustisi di perbatasan antar daerah. Sasar pengendara tak memakai masker.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tim gabungan Satgas Covid-19 Kecamatan Pace mensosialisasi pengendara sepeda motor agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker saat berada di luar rumah. 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Operasi yustisi penegakan disiplin protokol kesehatan pencegahan virus Corona ( Covid-19 ) semakin intensif digelar di Kabupaten Nganjuk.

Kali ini tim Satgas Penanganan Covid-19 tingkat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk menggelar operasi yustisi wilayah perbatasan antar daerah.

Kapolsek Pace Polres Nganjuk, AKP Supomo menjelaskan, kegiatan operasi yustisi dari tim gabungan Satgas Covid-19 ditujukan bagi pengendara yang melintas dan tidak memakai masker.

Baca juga: UPDATE CORONA di Ponorogo Rabu 20 Januari, Ada 76 Kasus Positif Covid-19 Baru, 7 Pasien Meninggal

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Madiun Meningkat, Ruang Isolasi di RSUD Sogaten dan Asrama Haji Penuh

"Warga tidak bermasker langsung kami tindak dengan sanksi fisik ringan dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulang melanggar Prokes," kata Supomo didampingi Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Rony Yunimantara, Rabu (20/1/2021).

Dijelaskan Supomo, dengan operasi yustisi tersebut juga sebagai peringatan kepada warga untuk tidak lupa memakai masker ketika berada di luar rumah.

Hal itu dimaksudkan agar warga tidak tertular penyebaran virus Corona yang hingga kini kasusnya di Kabupaten Nganjuk masih terus bertambah.

"Makanya diperlukan kesadaran semuanya dalam pencegahan virus corona ini, Satgas Covid-19 tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan keikut sertaan dari masyarakat," ucap Supomo.

Baca juga: Gemar Poligami, Kiwil Jemawa Kini Diperebutkan, Hidup Rasanya Mantul: Itu Risiko Wajah Ganteng

Baca juga: Resmi Dihentikan, PSSI Putuskan Kompetisi Musim 2020 Tanpa Status Juara

Memang, diakui Supomo, Kabupaten Nganjuk yang menjadi zona merah Covid-19 menuntut semuanya harus waspada dan hati-hati terhadap virus Corona. Karena siapapun bisa tertular dan berisiko terhadap kesehatan siapa saja.

Untuk itu dalam upaya memutus mata rantai penularan virus corona harus dilakukan dengan menjalankan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak).

"Kami senantiasa akan menggelar operasi yustisi dimanapun dan kapanpun untuk menyadarkan warga agar patuh terhadap Prokes pencegahan Covid-19," tandas Supomo.

Sementara itu laju kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk terus terjadi.

Hingga hari ini, Rabu (20/1/2021), jumlah kasus positif telah mencapai 1.954 kasus setelah ada penambahan 35 kasus positif virus Corona.

Sedangkan untuk jumlah kesembuhan dari Covid-19 mencapai 1.525 setelah adanya penambahan kesembuhan sebanyak 42, dan kasus positif virus Corona meninggal dunia di Kabupaten Nganjuk hingga hari ini mencapai 182 setelah adanya penambahan 3 warga positif virus Corona meninggal dunia.  

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved