Breaking News:

KOPRI PC PMII Sampang Paksa Kejari Tetapkan Hukum Kebiri Kimia, Jika Tidak akan Gelar Aksi Kembali

Korps Putri (KOPRI) PC PMII Sampang paksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang untuk berlakukan PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang hukuman Kebiri Kimia

TribunJatim.com/ Hanggara
PMII Sampang desak kejaksaan terapkan hukuman Kebiri Kimia terhadap pelaku kekerasan seksual anak 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Korps Putri (KOPRI) PC PMII Sampang paksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang untuk berlakukan PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang hukuman Kebiri Kimia terhadap pelaku kekerasan seksual anak.

Tuntutan tersebut ditekankan saat belasan anggota yang terdiri dari kaum hawa itu menggelar aksi di depan Gedung Kejari Sampang, Rabu (20/1/2021).

Korlap Aksi dari KOPRI PC PMII Sampang, Miatul Khoir mengatakan bahwa saat ini di wilayah Kabupaten Sampang, Madura berstatus darurat kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Baca juga: Sungai Tersumbat Sampah Sebabkan Banjir, Wabup Nganjuk: Warga Harus Sadar Risiko Buang Sampah

Sehingga, tindakan pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau metode lain yang dilakukan kepada pelaku yang pernah dipidana karena melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan perlu dilakukan.

"PP Nomor 70 Tahun 2020 ini sudah ditandangani oleh Presiden RI pada akhir 2020 kemarin, jadi untuk memberikan efek jera, Hukum Kebiri Kimia harus diberlakukan terhadap pelaku kekerasan seksual di Sampang," ujarnya.

"Terutama terhadap dua pelaku kasus kekerasan anak pada awal 2020 lalu yang akan menjalani proses sidang, keduanya berinisial R dan S," imbuh dia.

Perempuan berkaca mata itu menyampaikan,  tidak mau para anak dibawah umur selaku penerus bangsa di wilayah Sampang menjadi korban lebih banyak lagi.

Karena dampak negatif dari korban pelecehan seksual itu sangat besar terhadap anak sebab, psikologisnya terganggu.

Maka dari itu, jika tuntutannya tidak digubris oleh pihak Kejari Sampang, pihaknya akan kembali aksi dengan massa yang lebih banyak.

"Kami akan terus mengkaji PP Nomor 70 Tahun 2020 ini dan minta Kejari Sampang lebih tegas memberikan upaya penindakan terhadap pelaku kekerasan seksual," tegas Miatul Khoir.

Sementara, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Sampang, Darmawan menyampaikan, terkait tindakan hukum Kebiri Kimia, pihaknya akan menjalankannya.

Kendati demikian, sejak hukum tersebut diberlakukan, perkara yang masuk ke Kejari Sampang tidak sesuai dengan syaratnya.

"Apabila perkara yang masuk ke Kejari Sampang ada yang memenuhi syarat, pasti kami akan menuntut seperti itu (hukuman kebiri) karena kami akan mengekspose ke kejaksaan tinggi, seperti kasus di Mojokerto kemarin," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved