Breaking News:

Sungai Tersumbat Sampah Sebabkan Banjir, Wabup Nganjuk: Warga Harus Sadar Risiko Buang Sampah

Tertutupnya saluran air sungai oleh sampah menjadi perhatian Pemkab Nganjuk. Ini dikarenakan akibat saluran air tersumbat sampah menyebabkan

TribunJatim.com/ Achmad Amru Muiz
Tertutupnya saluran air sungai oleh sampah di Nganjuk 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Januar AS 

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Tertutupnya saluran air sungai oleh sampah menjadi perhatian Pemkab Nganjuk. Ini dikarenakan akibat saluran air tersumbat sampah menyebabkan terjadinya banjir hingga menggenangi sawah dan permukiman warga.

Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, pihaknya turun langsung ke lokasi sungai tersumbat sampah di Desa Sambiroto Kecamatan Baron Kabupaten Nganjuk untuk memastikan kondisi aliran sungai. Dimana tumpukan sampah yang sangat banyak seperti sampah popok bayi, bantal, potongan kayu-kayu dan lainnya. Selain itu, air sungai berwarna coklat gelap hingga mengeluarkan bau tidak sedap.

"Setidaknya ada dua dampak dari kondisi sungai yang tersumbat sampah. Yakni air terhambat menimbulkan banjir dan bau tidak sedap dari sampah yang mengganggu masyarakat sekitar," kata Marhaen Djumadi, kemarin.

Baca juga: Pemkot Ingatkan Bahaya Longsor untuk Warga yang Tinggal di Aliran Sungai Kali Lahar Kota Blitar

Untuk itu, dikatakan Marhaen Djumadi, warga harus punya kesadaran agar membuang sampah pada tempatnya. Jika membuang sampah di sungai risikonya diterima orang lain. Di Kabupaten Nganjuk sendiri ada beberapa titik terjadi banjir yang ternyata karena pembuangan sampah dan masalah pemanfatan saluran air.

"Seperti di Desa sambiroto ini yang juga ada saluran air tapi mati atau tidak difungsikan oleh petani. Ini dikarenakan petani menganggap lebih efisien memakai diesel pompa air," ucap Marhaen Djumadi.

Seharusnya, menurut Marhaen Djumadi, di sungai Desa sambiroto ada tiga buangan air. Yakni ada yang ke selatan, ke timur dan ke barat sehingga air bisa terdistribusi dengan baik sehingga menggurangi resiko terjadinya banjir.

"Makanya, kita akan evaluasi saluran air dimana saja di desa-desa yang tidak difungsikan, karena pemerintah maupun masyarakat bisa rugi jika saluran air tidak difungsikan sehingga bisa menyebabkan banjir akibat menumpuknya sampah," tandas Marhaen Djumadi.

Disamping itu, ungkap Marhaen Djumadi, meski soal sampah sungai di Desa Sambiroto telah selesai, namun harus ada gerakan kesadaran masyarakat dan pemanfaatan sungai yang tepat sebagai solusi jangka panjang terhadap sampah di sungai.

Untuk itu, tambah Marhaen Djumadi, pihaknya meminta masyarakat bersama-sama membangun sebuah kesadaran bersama dengan membuang sampah pada tempatnya dan memfungsikan saluran air dengan tepat sehingga air tidak untuk sekedar pertanian saja tapi juga untuk mengurangi risiko banjir.

"Kita instruksikan kepada Dinas PUPR utamanya bidang pengairan untuk mengadakan lomba pemanfaatan saluran air tiap desa, sehingga nanti akan mendorong masyarakat untuk kerja bakti bersama-sama sehingga air bisa dikelola dengan baik. Apalagi program Tri Cita Bhakti Nganjuk bukan hanya infrastuktur jalan tapi juga termasuk aliran air," tutur Kang Marhaen panggilan Marhaen Djumadi. (aru/Achmad Amru Muiz) 

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved