Breaking News:

Di Tengah Pandemi, DPRD Tuban Sebut Pembelajaran Daring Menuntut Peran Orang Tua Secara Aktif

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban mengatakan, pembelajaran jarak jauh yang saat ini diterapkan menuntut siswa dan guru untuk melakukan penyesuaian.

Penulis: M Sudarsono | Editor: Pipin Tri Anjani
SURYA/Mochamad Sudarsono
Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban bersama Dinas Pendidikan membahas pembelajaran daring di tengah pandemi Covid-19. 

Reporter: M Sudarsono I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban mengunjungi Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat, Rabu (20/1/2021). 

Kunjungan yang dilakukan wakil rakyat itu dalam rangka pemenuhan layanan Pendidikan, dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, keluarga serta masyarakat di masa Pandemi Covid-19

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban, Tri Astuti mengatakan, pembelajaran jarak jauh yang saat ini diterapkan menuntut siswa dan guru untuk melakukan penyesuaian dengan kurikulum yang bisa disusun sendiri.

Hal itu sesuai dengan prinsip kebijakan Kementrian Pendidikan di masa pandemi Covid-19. 

Baca juga: Hubungan Asli Deva Istri Kedua Syekh Ali Jaber & Umi Nadia, Momen Suami Wafat, Yusuf Mansur: Kumpul

Baca juga: BERITA TERPOPULER JATIM Truk Kejar-kejaran dengan Mobil Patroli PJR - Mobil Strada Terperosok Sungai

Di samping itu, relaksasi penggunaan dana BOS agar benar-benar diprioritaskan untuk peningkatan mutu pendidikan.

"Pandemi ini juga menuntut peran orang tua secara aktif terutama pada anak usia dini, karena sampai saat ini pembelajaran daring masih berlangsung," ujar Astuti di hadapan Kepala Dinas dan jajaran. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Nur Khamid menyatakan, terkait dengan pembelajaran tatap muka masih menunggu sampai adanya kebijakan dari Tim Satgas Covid-19

Kebijakan itu berdasarkan dengan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

"Untuk pembelajaran tatap muka masih belum bisa dilaksanakan, kami masih menunggu kebijakan terbaru dari Satgas Covid-19," pungkasnya.

Baca juga: Tertangkap Penyebar Hoaks Kasdim Gresik Meninggal Usai Vaksinasi Covid-19, Pelakunya Pria 44 Tahun

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Madiun Meningkat, Ruang Isolasi di RSUD Sogaten dan Asrama Haji Penuh

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved