Breaking News:

Kemenko Marves Dorong Percepatan Pengembangan Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Nganjuk

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investas dorong pengembangan sejumlah proyek strategis nasional di Kabupaten Nganjuk.

SURYA/Achmad Amru Muiz
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat saat mengikuti Rakor dengan Kemenko Marves terkait Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Nganjuk, Rabu (20/1/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dorong pengembangan sejumlah proyek strategis nasional di Kabupaten Nganjuk.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pengembangan Wilayah Kemenko Marves di sejumlah Kabupaten yang salah satunya di Kabupaten Nganjuk, Rabu (20/1/2021).

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, Kemenko Marves mengharapkan pengembangan KING 1,2,3 dan 4 didorong untuk terus dilakukan.

Terutama di KING 4 berdasar RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) yang baru telah disebutkan sudah ada lahan perhutani seluas 500 hektar di Kecamatan Gondang yang telah disiapkan.

Apalagi Perhutani KPH Jombang sendiri juga sudah mempersiapkan lahan tersebut untuk dijadikan sebagai Kawasan Industri Nganjuk.

Baca juga: Maksimalkan Pencegahan Covid-19 di Nganjuk, Personel Gabungan Gelar Operasi, Jaring Pelanggar Prokes

"Dorongan Pemerintah Pusat untuk pengembangan KING 4 tersebut karena sudah tidak harus ada pembebasan lahan, karena eksekusi lahan Perhutani bisa lebih mudah dan cepat. Yang nantinya akan dikelola bersama Pemkab Nganjuk dan Perhutani," kata Novi Rahman Hidhayat, Kamis (21/1/2021).

Untuk kepentingan tersebut, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, Pemerintah Pusat telah meminta Pemkab Nganjuk memberikan data-data pendukung dalam rangka mengawal dan mendorong peralihan dari kawasah hutan menjadi kawasan industri.

Dan ditargetkan pada tahun 2022 mendatang pengembangan KING 4 tersebut sudah mulai ada eksekusi kawasan hutan menjadi kawasan industri.

"Saat ini kami akan mulai persiapkan semua data pendukung yang diminta Pemerintah Pusat untuk kepentingan pengalihan kawasan hutan menjadi kawasan industri di Nganjuk tersebut," ucap Novi Rahman Hidhayat.

Dalam Rakor Kemenko Marves tersebut, ungkap Novi Rahman Hidhayat, juga disebutkan proses Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diusulkan ke Presiden berjumlah enam proyek. Namun Presiden hanya menyetujui lima proyek Strategis Nasional di Kabupaten Nganjuk.

Yakni proyek Bendungan Semantok, Bendungan Margopatut, Kawasan Industri Nganjuk (KING), Tol Nganjuk-Kediri-Tulungagung, Selingkar Wilis. Dan satu usulan yang belum disetujui yakni Proyek Minyak dan Gas Bumi di Nganjuk senilai Rp 14,7 triliun.

Dan setelah lima PSN disetujui, menurut Novi Rahman Hidhayat, proses berikutnya penyiapan FS (Feasibility Study), DED (Detail Engineering Design), dan RC (Real Cost). Namun baru tiga PSN di Nganjuk yang telah selesai proses tersebut, yakni Bendungan Semantok, Jalan Tol Nganjuk-Kediri-Tulungagung, dan KING .

Sedangkan untuk dua PSN yakni Bendungan Margopatut dan Selingkar Wilis Selatan ditargetkan akhir tahun 2021 ini untuk DED sudah selesai disusun.

"Harapanya tahun 2022 seluruh PSN di Kabupaten Nganjuk sudah mulai dikerjakan setelah semua persyaratan yang dibutuhkan telah dilengkapi semuanya dengan diakomodir dalam Perpres lanjutan," tutur Novi Rahman Hidhayat yang akan serius menindaklanjuti hasil Rakor Kemenko Marves meskipun kondisi saat ini masih dalam Pandemi Covid-19.

Baca juga: BPBD Kabupaten Nganjuk Waspadai Banjir dan Tanah Longsor, Sebut Curah Hujan Meningkat 40 Persen

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved