Breaking News:

Penanganan Covid

Satgas Nganjuk Imbau Warga Tak Gelar Pesta Pernikahan di Tengah Kondisi Zona Merah Covid-19

Satgas Nganjuk imbau warga tak menggelar pesta pernikahan di tengah kondisi zona merah penyebaran Covid-19.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tim Satgas Covid-19 dari Polsek Loceret Polres Nganjuk mendatangi rumah warga untuk memberikan peringatan sementara tidak boleh menggelar pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19, 2021. 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk mengaku prihatin dengan warga yang masih nekat akan menggelar pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19 (virus Corona).

Pasalnya, kegiatan pesta hajatan pernikahan yang mendatangkan banyak tamu undangan dikhawatirkan bisa menjadi klaster Covid-19, dan melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Nganjuk.

Kapolsek Loceret Polres Nganjuk, Iptu Laksono Setiawan mengatakan, pihaknya telah meminta tim Satgas Covid-19 dari Polsek Loceret untuk memperingatkan warga yang berencana menggelar pesta pernikahan, dan akan dilakukan penertiban serta pembubaran jika memaksa tetap digelar.

Apalagi warga desa, selain telah mendapat surat edaran dan diumumkan oleh pemerintah desa setempat, seharusnya tidak lagi ada yang memaksa menggelar pesta pernikahan.

"Yang dibolehkan hanya akad nikah saja, dan untuk pesta dengan menimbulkan kerumunan warga yang tidak diizinkan untuk sekarang ini," kata Iptu Laksono Setiawan didampingi Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP Rony Yunimantara, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Maksimalkan Pencegahan Covid-19 di Nganjuk, Personel Gabungan Gelar Operasi, Jaring Pelanggar Prokes

Baca juga: UPDATE CORONA di Kota Madiun Jumat 22 Januari 2021, Melonjak, Terjadi Penambahan 60 Kasus Positif

Dijelaskan Iptu Laksono Setiawan, Kabupaten Nganjuk yang masuk zona merah Covid-19 dan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus dilaksanakan penegakan disiplin protokol kesehatan secara ketat.

Apabila ada yang nekat melanggar dengan tidak mematuhi aturan yang dikeluarkan Bupati Nganjuk, maka akan dilakukan penindakan oleh tim Satgas Covid-19.

Apalagi, dikatakan Iptu Laksono Setiawan, wilayah Kecamatan Loceret yang kini masuk zona merah akibat jumlah warga terkonfirmasi positif virus Corona mencapai 233 kasus dan sebanyak 18 orang di antaranya meninggal dunia harus dilakukan kewaspadaan dan kehati-hatian semua pihak.

Baca juga: BPBD Kabupaten Nganjuk Waspadai Banjir dan Tanah Longsor, Sebut Curah Hujan Meningkat 40 Persen

Baca juga: Dorong Pemberdayaan BUMDes, Dinas PMD Nganjuk Berencana Gunakan Aplikasi BUMDev

Termasuk masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan baik, sehingga terhindar dari penularan.

"Maka dari itu, saat ini tidak ada kata lain bagi masyarakat semuanya selain mematuhi prokes dengan menjalankan 3M dalam upaya memutus mata rantai penularan virus Corona," ujarnya.

Sementara itu, hingga Jumat (22/1/2021), jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk telah tembus mencapai 2003 kasus.

Baca juga: Hujan Lebat dan Dengar Suara Gemuruh, Warga Ponorogo Kaget Lihat Longsor Menimpa Rumahnya

Baca juga: Jumlah Penduduk Kota Blitar Bertambah 17.181 Jiwa Dalam 10 Tahun, Didominasi Generasi Z dan Milenial

Ini setelah adanya tambahan 19 kasus positif, dan yang meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga jumlah total positif meninggal dunia telah mencapai 184 orang.

Untuk kasus positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk dinyatakan sembuh bertambah 54 orang, sehingga total kesembuhan dari Covid-19 hingga kini total telah mencapai 1.629 orang.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved